Economics : Latihan Soal Essay OSN

Latihan Soal Essay OSN
In discussion with Mr. Banu Muhammad (Syaria Economic Teacher in Economics Faculty of Universitas Indonesia)

http://www.pendidikan-diy.go.id/img/up_down/osn2015.jpg 


Pertemuan Pertama
1.        Misalkan kurs dollar terhadap rupiah adalah Rp13000/USD. Karena intervensi BI, maka kurs turun menjadi Rp12000/USD.
a.       Apa nama rezim kurs tersebut?
b.      Apakah kebijakan ini dapat berdampak baik bagi kesejahteraan?
c.       Jika perekonomian US terus menguat, apa yang harus dilakukan BI?
2.       Bagaimana menguatnya nilai tukar Dolar Amerika bisa mempengaruhi perekonomian Indonesia? Jelaskan dengan perangkat Balance of Payment!
3.       A. Jelaskan alasan mendasar dari pentingnya pertumbuhan ekonomi! Jelaskan dengan perangkat Production Possibillity Frontier!
B. Bagaimana pengaruh tabungan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi?
4.       Jelaskan pengaruh kebijakan kontraktif moneter dalam kurva philips jangka pendek!
5.       Suatu sistem perekonomian memiliki total cadangan 20 Triliun dan cadangan wajib minimum 10 %. Hitunglah:
a.       Money multiplier
b.      Jumlah uang yang beredar
c.       Apa yang terjadi jika bank sentral menurunkan cadangan wajib minimun menjadi 5%? Berapa cadangan dan perubahan jumlah uang yang beredar?
Jawab
1.       a.) Kebijakan ini disebut revaluasi atau intervensi pemerintah untuk meningkatkan nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang asing dengan cara mengatur pemasukan dan pengeluaran devisa.
b.) Kebijakan ini baik jikalau suatu negara masih bergantung pada barang-barang impor. Nilai tukar mata uang Negara yang melakukan revaluasi akan menguat terhadap nilai tukar mata uang asing, sehingga harga barang-barang import akan terasa lebih murah di negara yang bersangkutan. Dengan demikian, pemenuhan kebutuhan atas barang-barang import dapat terpenuhi secara optimal. Namun, jika negara yang bersangkutan justru bergantung pada ekspor, maka kebijakan ini justru merugikan, karena harga barang ekspor akan terasa lebih tinggi atau dengan kata lain daya saingnya berkurang. Sehingga tingkat eksporpun akan berkurang.
c.) Jika perekonomian US terus menguat, yang akan terjadi adalah penguatan nilai tukar dolar terhadap mata uang asing, atau bagi Indonesia adalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Dalam menyikapi hal ini, BI dapat menaikan suku bunga untuk mengimbangi pelemahan rupiah ini. Dengan meningkatnya suku bunga, maka akan terjadi penurunan pembelian aset asing oleh penduduk domestik dan meningkatnya pembelian aset domestik oleh penduduk oleh warga asing. Sehingga jumlah permintaan mata uang rupiah akan meningkat dan permintaan akan mata uang asing, termasuk dolar US,  akan berkurang. Dengan demikian, maka nilai tukar riil rupiah akan meningkat dibanding mata uang asing. Hal ini dapat menyeimbangi penguatan USD karena membaiknya perekonomian US.









r
 


 











2.       Menguatnya mata uang dolar terhadap mata uang rupiah akan membuat mata uang rupiah semakin melemah(depresiasi), sehingga harga barang-barang ekspor Indonesia lebih murah di mata dunia, sehingga akan meningkatkan daya saing barang-barang ekspor Indonesia. Di lain sisi, barang-barang Impor yang berasal dari Amerika akan semakin mahal bagi masyarakat Indonesia, sehingga sesuai dengan hukum permintaan, peningkatan harga barang impor ini akan menurunkan jumlah barang yang diminta atau dengan kata lain akan menurunkan impor. Dalam neraca pembayaran terdapat current account yang berisi ekspor dan impor barang dan jasa di suatu negara. Maka, kenaikan ekspor akan meningkatkat surplus neraca pembayaran suatu negara.


 






3.       a.) Pertumbuhan ekonomi tercermin dalam pertumbuhan GDP riil disuatu negara. Peningkatan GDP riil berti juga terjadi peningkatan outpun nasional. Peningkatan output nasional ini juga menggambarkan terjadinya peningkatan produksi dari persahaan-perusahaan di negara yang bersangkutan. Peningkatan produksi ini dapat digambarkan dengan bergesernya kurva PPF ke luar.



b.) Tabungan sangatlah mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Dengan tingkat tabungan yang tinggi, maka perekonomian memiliki persediaan modal yang tinggi dan tingkat output yang tinggi, begitu pula sebalikinya. Sehingga, GDP riil meningkat karena adanya pertambahan hal tersebut. Hasilnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat.




4.       Kebijakan moneter kontraktif adalah kebijakan yang dilakukan Bank sentral untuk mengurangi jumlah uang beredar. Kebijakan ini dapat berupa penjualan surat-surat berharga, menaikan suku bunga, kebijakan kredit ketat, serta menaikan cadangan wajib minimum. Dalam kebijakan penjualan surat berharga, penaikan cadangan wajib minimum dan kredit selektif, kebijakan ini dapat mengurangi jumlah uang berdear (penawaran uang). Sehingga tingkat suku bunga meningkat. Dengan tingkat suku bunga yang tinggi maka minat masyarakat untuk menabung akan semakin meningkat, sehingga tabungan pun meningkat dan jumlah uang yang beredar semakin berkurang dan akan meningkatkan nilai dan menurunnya nilai barang. Hal Ini menyebabkan permintaan Agregat akan berkurang. Karena permintaan agregat ini berkurang, maka harga barang dan jasa akan turun dan output yang diminta pun akan ikut turun. Output yang turun ini menunjukan bahwa perusahaan harus memberhentikan karyawannya karena jumlah output yang diminta tidak sebanyak sebelum terjadi penurunan permintaan agregat (efisiensi). Maka, pengangguranpun bertambah. Seluruh kejadian ini dirangkum oleh kurva Phllips yang langsung menghubungkan antara inflasi dan pengangguran.








 














5.       Cadangan bank = 10%*20 T = 2 Triliun
Uang yang siap dipinjamkan = 20 T – cadangan = 18 T
a.)
          

b.) Jumlah uang yang beredar
         =
         =
         = 200 Triliun
c.) Jumlah uang yang beredar jika GWM = 5%
         =
         = 400 Triliun
   Jumlah cadangan = 20 T*5%
                = 4 T
 Pertemuan Kedua

1.       Jelaskan bagaimana kebijakan kuota dan kebijakan perdagangan lainnya akan berpengaruh pada perubahan nilai tukar rupiah!
2.       a. Apa perbedaan krisis moneter dan krisis finansial? Bagaimana antisipasi yang sebaiknya Indonesia lakukan?
b. Jika rupiah terus melemah menjadi 15000/USD apa yang harus dilakukan oleh bank sentral untuk menjaga kestabilan sistem pembayaran?
3.       Jelaskan bagaimana naiknya PDB di negara berkembang biasanya beriringan dengan rasio penerimaan pajak terhadap PDB!
4.       a. Jelaskan secara ringkas bagaimana implikasi cadangan devisa suatu negara terhadap suatu perekonomian!
b. Berdasarkan data, posisi cadangan devisa Indonesia masih dibawah Malaysia, China, dan Korea. Faktor apakah yang mempengaruhi hal tersebut?
5.       Berdasarkan UU, tujuan otoritas moneter di Indonesia adalah untuk memelihara stabilitas mata uang. Di sisi lain, Indonesia sedang mengalami pemburukan Ekonomi akibat tekanan melemahnya rupiah. Secara teoritis, apabila output meningkat maka harga(inflasi) juga cenderung meningkat.
a.       Bagaimana hubungan antara stabilitas mata uang dan inflasi?
b.      Bagaimana pandangan anda mengenai pencapaian tujuan kebijakan moneter di Indonesia dalam situasi menguatnya perekonomian Amerika dan melemahnya nilai tukar rupiah.

Jawab
1.       Pada kebijakan kuota, pemerintah mengatur jumlah barang impor yang masuk ke dalam negeri. Hal ini akan menyebabkan ekspor neto meningkat. Meningkatnya ekspor neto ini akan menyebabkan nilai tukar rupiah meningkat. Sedangkan, pada kebijakan tarif, pemerintah mengenakan tambahan biaya pada setiap barang impor yang masuk. Hal ini juga berdampak pada meningkatnya biaya importir untuk memasarkan barangnya kepada negara tujuan. Hal ini mengakibatkan impor turun dan akan menyebabkan kenaikan pada ekspor neto. Sehingga dampaknya adalah peningkatan nilai tukar rupiah. Pada kebijakan subsidi, pemerintah memberikan dana bantuan bagi produsen dalam negri yang mampu memasarakan barangnya ke luar negri. Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan biaya produksi dan barang yang ditawarkan mampu bersaing dengan barang-barang dari negara lain, sehingga ekspor pun meningkat dan berakhir dengan meingkatnya nilai tukar rupiah. Pada kebijakan dumping, suatu negara menjual barang dengan harga lebih murah diluar negeri di bandingkan di dalam negeri. Hal ini menyebabkan barang tersebut mampu bersaing dengan barang-barang dari negara lain sehingga permintaannya pun meningkat atau dengan kata lain ekspor suatu negara meningkat. Meningkatnya ekspor ini akan meningkatnya nilai tukar rupiah. Singkatnya, kebijakan perdangangan internasional ditunjukan untuk meningkatkan ekspor neto dan meningkatkan nilai tukar rupiah.
2.       a. Krisis moneter merupakan kondisi ketika nilai tukar suatu negara mengalami kondisi yang buruk. Hal ini ditandai dengan melemahnya nilai tukar (inflasi) dan menguatnya nilai mata uang asing yang penting(depresiasi) yang menyebabkan turunnya pendapatan riil masyrakat atau dengan kata lain berkurangnya kesejahteraan masyarakat. Sedangkan krisis finansial adalah kondisi lembaga intermediaris yang sedang buruk. Hal ini akan menyebabkan benturan dalam interaksi antar pelaku pasar. Krisis ini mempengaruhi tingkat investasi, kecepatan peredaran uang dan berbagai macam masalah keuangan lainnya. Antisipasi Indonesia dalam menghadapi kondisi ini adalah dengan menekankan pembangunan ekonomi dalam berbagai sektor. Pembangunan ini dapat mengurangi ketergantungan Indonesia dalam bidang ekspor-impor serta pinjaman luar negri (utang).
b. Pelemahan rupiah ini dapat diimbangi dengan peningkatan suku bunga. Suku bunga yang tinggi, akan mengakibatkan arus modal masuk yang tinggi. Arus modal masuk yang tinggi ini menandakan bahwa permintaan mata uang rupiah akan semakin besar, sehingga nilai tukar rupiah akan meningkat (apresiasi). Kebijakan lain yang dapat diambil adalah penjualan surat-surat berharga, kenaikan
3.       Hal ini akan Pada negara berkembang, pola konsumsi masyarakatnya masih melebihi tingkat tabungan, atau dapat dikatakan Marginal Propensity to Consume melebihi Marginal Propensity to Save. MPC yang lebih besar ini akan berakibat pada besarnya koefisien multiplier pajak ( Maka, perubahan pajak akan berpengaruh lebih besar daripada perubahan PDB. Selain itu, tingkat pertumbuhan penduduk relatif tinggi. Hal ini menyebabkan meningkatnya subjek pajak sehingga meningkatkan total penerimaan pemerintah.
4.       a. Cadangan devisa berpengaruh terhadap kemampuan negara untuk menutupi defisit neraca pembayarannya. Cadangan devisa ini dapat digunakan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah atau membayar utang luar negeri. Sehingga, cadangan devisa yang sehat, dapat menunjukan bahwa negara tersebut mampu menghasilkan surplus pada neraca pembayaran.
b. Jikalau komposisi cadangan devisa Indonesia masih tergolong rendah, maka dapat dikatakan bahwa neraca pembayaran Indonesia sering mengalami defisit. Defisit ini dapat terjadi pada neraca perdagangan ataupun neraca modal. Kondisi ekspor Indonesia dapat dikatakan masih tergolong berorientasi pada barang-barang komoditas yang rentan terhadap gejolak harga dunia, serta ketergantungan kita akan barang-barang import masih besar. Kurangnya ekspor dan ketergantungan impor ini dapat menyebabkan defisit pada neraca perdagangan. Disamping itu, investasi di Indonesia masih tidak dapat lepas dari investor-investor asing. Sehingga, arus modal asing yang masuk ke Indonesia semakin besar. Semakin besarnya asrus modal masuk ini akan semakin meningkatkan defisit pada neraca modal.

5.       a. Otoritas moneter di Indonesia mengatur kestabilan rupiah dengan cara mengatur jumlah uang yang beredar. Semakin banyak jumlah uang yang beredar, maka nilai mata uang tersebut akan turun. Nilai mata uang yang stabil, ditandai dengan kestabilan nilai barang dan jasa. Ketidakstabilan nilai mata uang dapat terjadi ketika nilai mata uang tersebut jatuh atau dengan kata lain nilai barang dan jas meningkat. 


 Pertemuan Ketiga

1.        Misalkan kurs dollar terhadap rupiah adalah Rp13000/USD. Karena intervensi BI, maka kurs turun menjadi Rp12000/USD.
a.       Apa nama rezim kurs tersebut?
b.      Apakah kebijakan ini dapat berdampak baik bagi kesejahteraan?
c.       Jika perekonomian US terus menguat, apa yang harus dilakukan BI?
2.       Bagaimana menguatnya nilai tukar Dolar Amerika bisa mempengaruhi perekonomian Indonesia? Jelaskan dengan perangkat Balance of Payment!
3.       A. Jelaskan alasan mendasar dari pentingnya pertumbuhan ekonomi! Jelaskan dengan perangkat Production Possibillity Frontier!
B. Bagaimana pengaruh tabungan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi?
4.       Jelaskan pengaruh kebijakan kontraktif moneter dalam kurva philips jangka pendek!
5.       Suatu sistem perekonomian memiliki total cadangan 20 Triliun dan cadangan wajib minimum 10 %. Hitunglah:
a.       Money multiplier
b.      Jumlah uang yang beredar
c.       Apa yang terjadi jika bank sentral menurunkan cadangan wajib minimun menjadi 5%? Berapa cadangan dan perubahan jumlah uang yang beredar?
Jawab
1.       a.) Kebijakan ini disebut revaluasi atau intervensi pemerintah untuk meningkatkan nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang asing dengan cara mengatur pemasukan dan pengeluaran devisa.
b.) Kebijakan ini baik jikalau suatu negara masih bergantung pada barang-barang impor. Nilai tukar mata uang Negara yang melakukan revaluasi akan menguat terhadap nilai tukar mata uang asing, sehingga harga barang-barang import akan terasa lebih murah di negara yang bersangkutan. Dengan demikian, pemenuhan kebutuhan atas barang-barang import dapat terpenuhi secara optimal. Namun, jika negara yang bersangkutan justru bergantung pada ekspor, maka kebijakan ini justru merugikan, karena harga barang ekspor akan terasa lebih tinggi atau dengan kata lain daya saingnya berkurang. Sehingga tingkat eksporpun akan berkurang.
c.) Jika perekonomian US terus menguat, yang akan terjadi adalah penguatan nilai tukar dolar terhadap mata uang asing, atau bagi Indonesia adalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Dalam menyikapi hal ini, BI dapat menaikan suku bunga untuk mengimbangi pelemahan rupiah ini. Dengan meningkatnya suku bunga, maka akan terjadi penurunan pembelian aset asing oleh penduduk domestik dan meningkatnya pembelian aset domestik oleh penduduk oleh warga asing. Sehingga jumlah permintaan mata uang rupiah akan meningkat dan permintaan akan mata uang asing, termasuk dolar US,  akan berkurang. Dengan demikian, maka nilai tukar riil rupiah akan meningkat dibanding mata uang asing. Hal ini dapat menyeimbangi penguatan USD karena membaiknya perekonomian US.









r
 


 











2.       Menguatnya mata uang dolar terhadap mata uang rupiah akan membuat mata uang rupiah semakin melemah(depresiasi), sehingga harga barang-barang ekspor Indonesia lebih murah di mata dunia, sehingga akan meningkatkan daya saing barang-barang ekspor Indonesia. Di lain sisi, barang-barang Impor yang berasal dari Amerika akan semakin mahal bagi masyarakat Indonesia, sehingga sesuai dengan hukum permintaan, peningkatan harga barang impor ini akan menurunkan jumlah barang yang diminta atau dengan kata lain akan menurunkan impor. Dalam neraca pembayaran terdapat current account yang berisi ekspor dan impor barang dan jasa di suatu negara. Maka, kenaikan ekspor akan meningkatkat surplus neraca pembayaran suatu negara.


 






3.       a.) Pertumbuhan ekonomi tercermin dalam pertumbuhan GDP riil disuatu negara. Peningkatan GDP riil berti juga terjadi peningkatan outpun nasional. Peningkatan output nasional ini juga menggambarkan terjadinya peningkatan produksi dari persahaan-perusahaan di negara yang bersangkutan. Peningkatan produksi ini dapat digambarkan dengan bergesernya kurva PPF ke luar.



b.) Tabungan sangatlah mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Dengan tingkat tabungan yang tinggi, maka perekonomian memiliki persediaan modal yang tinggi dan tingkat output yang tinggi, begitu pula sebalikinya. Sehingga, GDP riil meningkat karena adanya pertambahan hal tersebut. Hasilnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat.




4.       Kebijakan moneter kontraktif adalah kebijakan yang dilakukan Bank sentral untuk mengurangi jumlah uang beredar. Kebijakan ini dapat berupa penjualan surat-surat berharga, menaikan suku bunga, kebijakan kredit ketat, serta menaikan cadangan wajib minimum. Dalam kebijakan penjualan surat berharga, penaikan cadangan wajib minimum dan kredit selektif, kebijakan ini dapat mengurangi jumlah uang berdear (penawaran uang). Sehingga tingkat suku bunga meningkat. Dengan tingkat suku bunga yang tinggi maka minat masyarakat untuk menabung akan semakin meningkat, sehingga tabungan pun meningkat dan jumlah uang yang beredar semakin berkurang dan akan meningkatkan nilai dan menurunnya nilai barang. Hal Ini menyebabkan permintaan Agregat akan berkurang. Karena permintaan agregat ini berkurang, maka harga barang dan jasa akan turun dan output yang diminta pun akan ikut turun. Output yang turun ini menunjukan bahwa perusahaan harus memberhentikan karyawannya karena jumlah output yang diminta tidak sebanyak sebelum terjadi penurunan permintaan agregat (efisiensi). Maka, pengangguranpun bertambah. Seluruh kejadian ini dirangkum oleh kurva Phllips yang langsung menghubungkan antara inflasi dan pengangguran.








 














5.       Cadangan bank = 10%*20 T = 2 Triliun
Uang yang siap dipinjamkan = 20 T – cadangan = 18 T
a.)
          

b.) Jumlah uang yang beredar
         =
         =
         = 200 Triliun
c.) Jumlah uang yang beredar jika GWM = 5%
         =
         = 400 Triliun
   Jumlah cadangan = 20 T*5%
                = 4 T





Comments