Economics : Latihan Soal Essay OSN
Latihan Soal Essay OSN
In discussion with Mr. Banu Muhammad (Syaria Economic Teacher in Economics Faculty of Universitas Indonesia)
Pertemuan Pertama
1. Misalkan
kurs dollar terhadap rupiah adalah Rp13000/USD. Karena intervensi BI, maka kurs
turun menjadi Rp12000/USD.
a.
Apa nama
rezim kurs tersebut?
b.
Apakah
kebijakan ini dapat berdampak baik bagi kesejahteraan?
c.
Jika
perekonomian US terus menguat, apa yang harus dilakukan BI?
2. Bagaimana menguatnya nilai tukar Dolar Amerika
bisa mempengaruhi perekonomian Indonesia? Jelaskan dengan perangkat Balance of
Payment!
3. A. Jelaskan alasan mendasar dari pentingnya
pertumbuhan ekonomi! Jelaskan dengan perangkat Production Possibillity
Frontier!
B.
Bagaimana pengaruh tabungan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi?
4. Jelaskan pengaruh kebijakan kontraktif moneter
dalam kurva philips jangka pendek!
5. Suatu sistem perekonomian memiliki total cadangan
20 Triliun dan cadangan wajib minimum 10 %. Hitunglah:
a.
Money
multiplier
b.
Jumlah uang
yang beredar
c.
Apa yang
terjadi jika bank sentral menurunkan cadangan wajib minimun menjadi 5%? Berapa
cadangan dan perubahan jumlah uang yang beredar?
Jawab
1. a.) Kebijakan ini disebut revaluasi atau intervensi
pemerintah untuk meningkatkan nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang
asing dengan cara mengatur pemasukan dan pengeluaran devisa.
b.)
Kebijakan ini baik jikalau suatu negara masih bergantung pada barang-barang
impor. Nilai tukar mata uang Negara yang melakukan revaluasi akan menguat
terhadap nilai tukar mata uang asing, sehingga harga barang-barang import akan
terasa lebih murah di negara yang bersangkutan. Dengan demikian, pemenuhan
kebutuhan atas barang-barang import dapat terpenuhi secara optimal. Namun, jika
negara yang bersangkutan justru bergantung pada ekspor, maka kebijakan ini
justru merugikan, karena harga barang ekspor akan terasa lebih tinggi atau
dengan kata lain daya saingnya berkurang. Sehingga tingkat eksporpun akan
berkurang.
c.)
Jika perekonomian US terus menguat, yang akan terjadi adalah penguatan nilai
tukar dolar terhadap mata uang asing, atau bagi Indonesia adalah pelemahan
nilai tukar rupiah terhadap dolar. Dalam menyikapi hal ini, BI dapat menaikan
suku bunga untuk mengimbangi pelemahan rupiah ini. Dengan meningkatnya suku
bunga, maka akan terjadi penurunan pembelian aset asing oleh penduduk domestik
dan meningkatnya pembelian aset domestik oleh penduduk oleh warga asing.
Sehingga jumlah permintaan mata uang rupiah akan meningkat dan permintaan akan
mata uang asing, termasuk dolar US, akan
berkurang. Dengan demikian, maka nilai tukar riil rupiah akan meningkat
dibanding mata uang asing. Hal ini dapat menyeimbangi penguatan USD karena
membaiknya perekonomian US.
![]() |
|||||
|
![]() |
||||
2. Menguatnya mata uang dolar terhadap mata uang
rupiah akan membuat mata uang rupiah semakin melemah(depresiasi), sehingga
harga barang-barang ekspor Indonesia lebih murah di mata dunia, sehingga akan
meningkatkan daya saing barang-barang ekspor Indonesia. Di lain sisi,
barang-barang Impor yang berasal dari Amerika akan semakin mahal bagi
masyarakat Indonesia, sehingga sesuai dengan hukum permintaan, peningkatan
harga barang impor ini akan menurunkan jumlah barang yang diminta atau dengan
kata lain akan menurunkan impor. Dalam neraca pembayaran terdapat current
account yang berisi ekspor dan impor barang dan jasa di suatu negara. Maka,
kenaikan ekspor akan meningkatkat surplus neraca pembayaran suatu negara.
![]() |
3. a.) Pertumbuhan ekonomi tercermin dalam pertumbuhan
GDP riil disuatu negara. Peningkatan GDP riil berti juga terjadi peningkatan
outpun nasional. Peningkatan output nasional ini juga menggambarkan terjadinya
peningkatan produksi dari persahaan-perusahaan di negara yang bersangkutan.
Peningkatan produksi ini dapat digambarkan dengan bergesernya kurva PPF ke
luar.
![]() |
b.)
Tabungan sangatlah mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Dengan tingkat tabungan
yang tinggi, maka perekonomian memiliki persediaan modal yang tinggi dan
tingkat output yang tinggi, begitu pula sebalikinya. Sehingga, GDP riil
meningkat karena adanya pertambahan hal tersebut. Hasilnya adalah peningkatan
kesejahteraan masyarakat.
![]() |
4. Kebijakan moneter kontraktif adalah kebijakan yang
dilakukan Bank sentral untuk mengurangi jumlah uang beredar. Kebijakan ini
dapat berupa penjualan surat-surat berharga, menaikan suku bunga, kebijakan
kredit ketat, serta menaikan cadangan wajib minimum. Dalam kebijakan penjualan
surat berharga, penaikan cadangan wajib minimum dan kredit selektif, kebijakan
ini dapat mengurangi jumlah uang berdear (penawaran uang). Sehingga tingkat
suku bunga meningkat. Dengan tingkat suku bunga yang tinggi maka minat
masyarakat untuk menabung akan semakin meningkat, sehingga tabungan pun
meningkat dan jumlah uang yang beredar semakin berkurang dan akan meningkatkan
nilai dan menurunnya nilai barang. Hal Ini menyebabkan permintaan Agregat akan
berkurang. Karena permintaan agregat ini berkurang, maka harga barang dan jasa
akan turun dan output yang diminta pun akan ikut turun. Output yang turun ini
menunjukan bahwa perusahaan harus memberhentikan karyawannya karena jumlah
output yang diminta tidak sebanyak sebelum terjadi penurunan permintaan agregat
(efisiensi). Maka, pengangguranpun bertambah. Seluruh kejadian ini dirangkum
oleh kurva Phllips yang langsung menghubungkan antara inflasi dan pengangguran.
![]() |
|||
![]() |
|||
5.
Cadangan bank
= 10%*20 T = 2 Triliun
Uang yang siap dipinjamkan = 20 T – cadangan = 18 T
a.) 
b.) Jumlah uang yang beredar
= 
= 
= 200 Triliun
c.) Jumlah uang yang beredar jika GWM = 5%
= 
= 400 Triliun
Jumlah cadangan = 20
T*5%
= 4 T
Pertemuan Kedua
1. Jelaskan bagaimana kebijakan kuota dan kebijakan
perdagangan lainnya akan berpengaruh pada perubahan nilai tukar rupiah!
2. a. Apa perbedaan krisis moneter dan krisis
finansial? Bagaimana antisipasi yang sebaiknya Indonesia lakukan?
b.
Jika rupiah terus melemah menjadi 15000/USD apa yang harus dilakukan oleh bank
sentral untuk menjaga kestabilan sistem pembayaran?
3. Jelaskan bagaimana naiknya PDB di negara
berkembang biasanya beriringan dengan rasio penerimaan pajak terhadap PDB!
4. a. Jelaskan secara ringkas bagaimana implikasi
cadangan devisa suatu negara terhadap suatu perekonomian!
b.
Berdasarkan data, posisi cadangan devisa Indonesia masih dibawah Malaysia,
China, dan Korea. Faktor apakah yang mempengaruhi hal tersebut?
5. Berdasarkan UU, tujuan otoritas moneter di
Indonesia adalah untuk memelihara stabilitas mata uang. Di sisi lain, Indonesia
sedang mengalami pemburukan Ekonomi akibat tekanan melemahnya rupiah. Secara
teoritis, apabila output meningkat maka harga(inflasi) juga cenderung
meningkat.
a.
Bagaimana hubungan
antara stabilitas mata uang dan inflasi?
b.
Bagaimana
pandangan anda mengenai pencapaian tujuan kebijakan moneter di Indonesia dalam
situasi menguatnya perekonomian Amerika dan melemahnya nilai tukar rupiah.
Jawab
1. Pada kebijakan kuota, pemerintah mengatur jumlah
barang impor yang masuk ke dalam negeri. Hal ini akan menyebabkan ekspor neto
meningkat. Meningkatnya ekspor neto ini akan menyebabkan nilai tukar rupiah
meningkat. Sedangkan, pada kebijakan tarif, pemerintah mengenakan tambahan
biaya pada setiap barang impor yang masuk. Hal ini juga berdampak pada
meningkatnya biaya importir untuk memasarkan barangnya kepada negara tujuan.
Hal ini mengakibatkan impor turun dan akan menyebabkan kenaikan pada ekspor
neto. Sehingga dampaknya adalah peningkatan nilai tukar rupiah. Pada kebijakan
subsidi, pemerintah memberikan dana bantuan bagi produsen dalam negri yang
mampu memasarakan barangnya ke luar negri. Hal ini mengakibatkan terjadinya
penurunan biaya produksi dan barang yang ditawarkan mampu bersaing dengan
barang-barang dari negara lain, sehingga ekspor pun meningkat dan berakhir
dengan meingkatnya nilai tukar rupiah. Pada kebijakan dumping, suatu negara
menjual barang dengan harga lebih murah diluar negeri di bandingkan di dalam
negeri. Hal ini menyebabkan barang tersebut mampu bersaing dengan barang-barang
dari negara lain sehingga permintaannya pun meningkat atau dengan kata lain
ekspor suatu negara meningkat. Meningkatnya ekspor ini akan meningkatnya nilai
tukar rupiah. Singkatnya, kebijakan perdangangan internasional ditunjukan untuk
meningkatkan ekspor neto dan meningkatkan nilai tukar rupiah.
2. a. Krisis moneter merupakan kondisi ketika nilai
tukar suatu negara mengalami kondisi yang buruk. Hal ini ditandai dengan
melemahnya nilai tukar (inflasi) dan menguatnya nilai mata uang asing yang
penting(depresiasi) yang menyebabkan turunnya pendapatan riil masyrakat atau
dengan kata lain berkurangnya kesejahteraan masyarakat. Sedangkan krisis
finansial adalah kondisi lembaga intermediaris yang sedang buruk. Hal ini akan
menyebabkan benturan dalam interaksi antar pelaku pasar. Krisis ini
mempengaruhi tingkat investasi, kecepatan peredaran uang dan berbagai macam
masalah keuangan lainnya. Antisipasi Indonesia dalam menghadapi kondisi ini
adalah dengan menekankan pembangunan ekonomi dalam berbagai sektor. Pembangunan
ini dapat mengurangi ketergantungan Indonesia dalam bidang ekspor-impor serta
pinjaman luar negri (utang).
b.
Pelemahan rupiah ini dapat diimbangi dengan peningkatan suku bunga. Suku bunga
yang tinggi, akan mengakibatkan arus modal masuk yang tinggi. Arus modal masuk
yang tinggi ini menandakan bahwa permintaan mata uang rupiah akan semakin
besar, sehingga nilai tukar rupiah akan meningkat (apresiasi). Kebijakan lain
yang dapat diambil adalah penjualan surat-surat berharga, kenaikan
3. Hal ini akan Pada negara berkembang, pola konsumsi
masyarakatnya masih melebihi tingkat tabungan, atau dapat dikatakan Marginal
Propensity to Consume melebihi Marginal Propensity to Save. MPC yang lebih
besar ini akan berakibat pada besarnya koefisien multiplier pajak (
Maka, perubahan pajak akan berpengaruh lebih
besar daripada perubahan PDB. Selain itu, tingkat pertumbuhan penduduk relatif
tinggi. Hal ini menyebabkan meningkatnya subjek pajak sehingga meningkatkan
total penerimaan pemerintah.
4. a. Cadangan devisa berpengaruh terhadap kemampuan
negara untuk menutupi defisit neraca pembayarannya. Cadangan devisa ini dapat
digunakan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah atau membayar utang luar
negeri. Sehingga, cadangan devisa yang sehat, dapat menunjukan bahwa negara
tersebut mampu menghasilkan surplus pada neraca pembayaran.
b.
Jikalau komposisi cadangan devisa Indonesia masih tergolong rendah, maka dapat
dikatakan bahwa neraca pembayaran Indonesia sering mengalami defisit. Defisit
ini dapat terjadi pada neraca perdagangan ataupun neraca modal. Kondisi ekspor
Indonesia dapat dikatakan masih tergolong berorientasi pada barang-barang
komoditas yang rentan terhadap gejolak harga dunia, serta ketergantungan kita
akan barang-barang import masih besar. Kurangnya ekspor dan ketergantungan
impor ini dapat menyebabkan defisit pada neraca perdagangan. Disamping itu,
investasi di Indonesia masih tidak dapat lepas dari investor-investor asing.
Sehingga, arus modal asing yang masuk ke Indonesia semakin besar. Semakin
besarnya asrus modal masuk ini akan semakin meningkatkan defisit pada neraca
modal.
5. a. Otoritas moneter di Indonesia mengatur
kestabilan rupiah dengan cara mengatur jumlah uang yang beredar. Semakin banyak
jumlah uang yang beredar, maka nilai mata uang tersebut akan turun. Nilai mata
uang yang stabil, ditandai dengan kestabilan nilai barang dan jasa.
Ketidakstabilan nilai mata uang dapat terjadi ketika nilai mata uang tersebut
jatuh atau dengan kata lain nilai barang dan jas meningkat.
Pertemuan Ketiga
1. Misalkan
kurs dollar terhadap rupiah adalah Rp13000/USD. Karena intervensi BI, maka kurs
turun menjadi Rp12000/USD.
a.
Apa nama
rezim kurs tersebut?
b.
Apakah
kebijakan ini dapat berdampak baik bagi kesejahteraan?
c.
Jika
perekonomian US terus menguat, apa yang harus dilakukan BI?
2. Bagaimana menguatnya nilai tukar Dolar Amerika
bisa mempengaruhi perekonomian Indonesia? Jelaskan dengan perangkat Balance of
Payment!
3. A. Jelaskan alasan mendasar dari pentingnya
pertumbuhan ekonomi! Jelaskan dengan perangkat Production Possibillity
Frontier!
B.
Bagaimana pengaruh tabungan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi?
4. Jelaskan pengaruh kebijakan kontraktif moneter
dalam kurva philips jangka pendek!
5. Suatu sistem perekonomian memiliki total cadangan
20 Triliun dan cadangan wajib minimum 10 %. Hitunglah:
a.
Money
multiplier
b.
Jumlah uang
yang beredar
c.
Apa yang
terjadi jika bank sentral menurunkan cadangan wajib minimun menjadi 5%? Berapa
cadangan dan perubahan jumlah uang yang beredar?
Jawab
1. a.) Kebijakan ini disebut revaluasi atau intervensi
pemerintah untuk meningkatkan nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang
asing dengan cara mengatur pemasukan dan pengeluaran devisa.
b.)
Kebijakan ini baik jikalau suatu negara masih bergantung pada barang-barang
impor. Nilai tukar mata uang Negara yang melakukan revaluasi akan menguat
terhadap nilai tukar mata uang asing, sehingga harga barang-barang import akan
terasa lebih murah di negara yang bersangkutan. Dengan demikian, pemenuhan
kebutuhan atas barang-barang import dapat terpenuhi secara optimal. Namun, jika
negara yang bersangkutan justru bergantung pada ekspor, maka kebijakan ini
justru merugikan, karena harga barang ekspor akan terasa lebih tinggi atau
dengan kata lain daya saingnya berkurang. Sehingga tingkat eksporpun akan
berkurang.
c.)
Jika perekonomian US terus menguat, yang akan terjadi adalah penguatan nilai
tukar dolar terhadap mata uang asing, atau bagi Indonesia adalah pelemahan
nilai tukar rupiah terhadap dolar. Dalam menyikapi hal ini, BI dapat menaikan
suku bunga untuk mengimbangi pelemahan rupiah ini. Dengan meningkatnya suku
bunga, maka akan terjadi penurunan pembelian aset asing oleh penduduk domestik
dan meningkatnya pembelian aset domestik oleh penduduk oleh warga asing.
Sehingga jumlah permintaan mata uang rupiah akan meningkat dan permintaan akan
mata uang asing, termasuk dolar US, akan
berkurang. Dengan demikian, maka nilai tukar riil rupiah akan meningkat
dibanding mata uang asing. Hal ini dapat menyeimbangi penguatan USD karena
membaiknya perekonomian US.
![]() |
|||||
|
![]() |
||||
2. Menguatnya mata uang dolar terhadap mata uang
rupiah akan membuat mata uang rupiah semakin melemah(depresiasi), sehingga
harga barang-barang ekspor Indonesia lebih murah di mata dunia, sehingga akan
meningkatkan daya saing barang-barang ekspor Indonesia. Di lain sisi,
barang-barang Impor yang berasal dari Amerika akan semakin mahal bagi
masyarakat Indonesia, sehingga sesuai dengan hukum permintaan, peningkatan
harga barang impor ini akan menurunkan jumlah barang yang diminta atau dengan
kata lain akan menurunkan impor. Dalam neraca pembayaran terdapat current
account yang berisi ekspor dan impor barang dan jasa di suatu negara. Maka,
kenaikan ekspor akan meningkatkat surplus neraca pembayaran suatu negara.
![]() |
3. a.) Pertumbuhan ekonomi tercermin dalam pertumbuhan
GDP riil disuatu negara. Peningkatan GDP riil berti juga terjadi peningkatan
outpun nasional. Peningkatan output nasional ini juga menggambarkan terjadinya
peningkatan produksi dari persahaan-perusahaan di negara yang bersangkutan.
Peningkatan produksi ini dapat digambarkan dengan bergesernya kurva PPF ke
luar.
![]() |
b.)
Tabungan sangatlah mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Dengan tingkat tabungan
yang tinggi, maka perekonomian memiliki persediaan modal yang tinggi dan
tingkat output yang tinggi, begitu pula sebalikinya. Sehingga, GDP riil
meningkat karena adanya pertambahan hal tersebut. Hasilnya adalah peningkatan
kesejahteraan masyarakat.
![]() |
4. Kebijakan moneter kontraktif adalah kebijakan yang
dilakukan Bank sentral untuk mengurangi jumlah uang beredar. Kebijakan ini
dapat berupa penjualan surat-surat berharga, menaikan suku bunga, kebijakan
kredit ketat, serta menaikan cadangan wajib minimum. Dalam kebijakan penjualan
surat berharga, penaikan cadangan wajib minimum dan kredit selektif, kebijakan
ini dapat mengurangi jumlah uang berdear (penawaran uang). Sehingga tingkat
suku bunga meningkat. Dengan tingkat suku bunga yang tinggi maka minat
masyarakat untuk menabung akan semakin meningkat, sehingga tabungan pun
meningkat dan jumlah uang yang beredar semakin berkurang dan akan meningkatkan
nilai dan menurunnya nilai barang. Hal Ini menyebabkan permintaan Agregat akan
berkurang. Karena permintaan agregat ini berkurang, maka harga barang dan jasa
akan turun dan output yang diminta pun akan ikut turun. Output yang turun ini
menunjukan bahwa perusahaan harus memberhentikan karyawannya karena jumlah
output yang diminta tidak sebanyak sebelum terjadi penurunan permintaan agregat
(efisiensi). Maka, pengangguranpun bertambah. Seluruh kejadian ini dirangkum
oleh kurva Phllips yang langsung menghubungkan antara inflasi dan pengangguran.
![]() |
|||
![]() |
|||
5.
Cadangan bank
= 10%*20 T = 2 Triliun
Uang yang siap dipinjamkan = 20 T – cadangan = 18 T
a.) 
b.) Jumlah uang yang beredar
= 
= 
= 200 Triliun
c.) Jumlah uang yang beredar jika GWM = 5%
= 
= 400 Triliun
Jumlah cadangan = 20
T*5%
= 4 T






Comments
Post a Comment