Economics : Manfaat Reksa Dana dalam Pembangunan Nasional
Manfaat Reksa Dana dalam Pembangunan Nasional
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Memasuki millennium ketiga, dunia mengalami proses
globalisasi ekonomi yang wujud nyatanya adalah liberalisasi pasar yang terbuka
dan bebas. Liberalisasi ini adalah sebuah upaya besar ( grand design) yang
sulit dihindari, karena banyaknya Negara-negara yang pro-globalisasi. Hasil
dari proses globalisasi ini, adalah maraknya perdagangan internasional yang
terjalin antar Negara di dunia. Sebut saja NAFTA ( North America Free Trade
Area ), AFTA ( ASEAN Free Trade Area ), APEC ( Asia Pasific Economic Cooperation
), dan masih banyak lagi.
MEA atau Masyarakat Ekonomi ASEAN, sedang
marak-maraknya dibicarakan masyarakat ASEAN. Kebijakan ini dinilai hanya akan
menguntungkan Negara-negara yang sudah maju seperti Singapura, Malaysia, dan
Thailand, dan akan semakin menjatuhkan negara-negara yang masih dalam tahap
perkambangan seperti Indonesia, Kamboja, dan Vietnam.
Indonesia yang memiliki wilayah terluas, jumlah
penduduk terbanyak, serta ukuran ekonomi terbesar di ASEAN sebenarnya cukup
tertinggal dalam menyikapi kebijakan ini. Studi Bank Dunia (2013) menyebutkan,
daya saing produk ekspor Indonesia relatif tertinggal dibanding negara-negara
ASEAN lain, terutama kaitannya dengan nilai tambah produk ekspor kita.
Komposisi ekspor kita terbesar didominasi komoditas (resource
based) dan barang primer (primary product). Kondisi
ini menyebabkan ekspor Indonesia rentan dengan gejolak harga. Hal ini pula yang
saat ini kita rasakan, ekspor kita melemah akibat pelemahan perekonomian dunia
yang menyebabkan harga komoditas dunia juga ikut menurun. Posisi dan daya saing
industri logistik Indonesia bahkan kalah dibanding Malaysia, Thailand, Vietnam,
dan Filipina dan hanya unggul terhadap Myanmar dan Kamboja. Indonesia pasar
ekonomi yang besar. Kelas menengah Indonesia semakin bertambah. PDB per kapita
Indonesia sudah mendekati USD5.000, yang berarti daya beli masyarakat kita yang
cukup tinggi. Tingginya daya beli ini akan menjadi bumerang bagi ”neraca
ekonomi” kita bila daya saing dan kesiapan infrastruktur kita tidak segera
dibenahi dalam menghadapi MEA 2015 ini. Ekspor kita menjadi kurang bersaing
karena nilai tambahnya rendah. Di sisi lain, Indonesia akan menjadi pasar
barang dan jasa impor yang empuk, sementara nilai tambah dari barang dan jasa
impor tersebut bagi kita sangat kecil. Saat ini dampak dari rendahnya daya
saing kita tersebut sudah terasa. Sejak 2012 neraca perdagangan kita telah
defisit. Sementara neraca jasa kita sejak dulu tidak mengalami perbaikan, dalam
arti selalu defisit.
Pertumbuhan ekonomi Indonesai yang cukup besar,
membuat daya beli masyarakat cukup besar. Namun, industri-industri dalam negri
belum dapat merespon tingginya demand
tersebut. Hal ini menjadikan negara kita harus mengimpor barang dari luar
negri.
Sebenarnya, masalah-masalah di atas, dapat diselesaikan
dengan satu solusi yang sederhana, yaitu dengan meningkatkan investasi di
Indonesia. Namun, solusi ini masih terdapat beberapa kendala, salah satunya
yaitu kurang meratanya distribusi pendapatan nasional. Kebanyakan penduduk yang
berpenghasilan menengah keatas, berdomisili di pulau jawa. Masyarakat non pulau
Jawa, hanya menikmati pendapatan yang relative lebih kecil dari masyarakat
jawa. Hal ini ditunjukan dengan tingginya rasio Gini di Indonesia, yaitu
sebesar 0.41. Ditambah lagi dengan tingkat pendidikan Indonesia yang masih
rendah, apalagi masalah investasi. Fakta itu terlihat dari sub rekening efek
investor domestik yang tercatat, jumlahnya hanya sekitar angka 376.000 per 30
September 2013. Bandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 220 juta
jiwa. Faktor-faktor inilah yang masih menjadi batu penghalang investasi di
Indonasia.
Sebenarnya, ada satu solusi ampuh bagi semua
permasalahan diatas. Sebuah solusi yang memiliki efek berantai ( Multiplier
Effect ) bagi kendala-kendala yang menghadang. Apa solusi yang dimaksud? Solusi
tersebut adalah Reksa Dana.
B.
Rumusan Masalah
Dari kondisi perekonomian Indonesia di atas, peneliti
mencoba membahas masalah terkait : Apakah manfaat Reksa Dana dalam pembangunan
nasional?
C.
Batasan Masalah
Dalam makalah ini, peneliti membatasi tulisan ini
hanya pada manfaat Reksa Dana dalam pembangunan nasional.
D.
Tujuan Penelitian
Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui manfaat Reksa Dana dalam pembangunan nasional.
E.
Manfaat Penelitian
1.
Bagi
masyarakat, dapat mengetahui mengenai pentingnya peran Reksa Dana.
2.
Bagi
Pemerintah, dapat mengetahui betapa potensialnya Reksa Dana dalam pembangunan
nasional.
BAB II
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Studi
Pustaka
1.
Reksa Dana
a). Pengertian
Reksa dana
merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya
pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk
menghitung risiko atas investasi mereka. Reksa Dana dirancang sebagai sarana
untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan
untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang
terbatas. Selain itu Reksa Dana juga diharapkan dapat meningkatkan peran
pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.
Umumnya,
Reksa Dana diartikan sebagai Wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari
masyarakat pemodal untuk selanjutnya di investasikan dalam portofolio Efek oleh
Manajer Investasi.
Mengacu
kepada Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27)
didefinisikan bahwa Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun
dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio
efek oleh manajer investasi.
Ada tiga hal yang terkait dari definisi tersebut yaitu, Pertama, adanya dana dari masyarakat pemodal. Kedua, dana tersebut diinvestasikan dalam portofolio efek, dan Ketiga, dana tersebut dikelola oleh manajer investasi.
Ada tiga hal yang terkait dari definisi tersebut yaitu, Pertama, adanya dana dari masyarakat pemodal. Kedua, dana tersebut diinvestasikan dalam portofolio efek, dan Ketiga, dana tersebut dikelola oleh manajer investasi.
Dengan
demikian, dana yang ada dalam Reksa Dana merupakan dana bersama para pemodal,
sedangkan manajer investasi adalah pihak yang dipercaya untuk mengelola dana
tersebut.
b). Manfaat
Reksa Dana
Secara singkat, Reksa Dana memberikan
banyak manfaat dan kemudahan kepada investor antara lain:
1). Akses
kepada instrument-instrumen investasi yang sulit dijangkau.
2).
Pengelolaan investasi yang professional oleh Manajer Investasi, sehingga
investor yang tidak memiliki pengetahuan menganain Reksa Dana tidak perlu
khawatir.
3). Dapat
mengatasi masalah diversifikasi investasi yang sulit dilakukan sendiri.
4). Hasil
investasi dari Reksa Dana tidak dikenai beban pajak karena beban pajak sudah
dipenuhi oleh Reksa Dana.
5).
Likuiditasnya tinggi, karena unit penyertaan Reksa Dana dapat dibeli dan
dicairkan setiap hari bursa melalui Manajer Investasi.
6). Dana
investasi yang dibutukan investor relative kecil, sehingga masyarakat yang
berpenghasilan rendah dapat melakukan investasi pada instrument ini.
Tidak hanya
investor yang menikmati manfaat dari Reksa Dana, pemerintah dan emiten pun
turut merasakan manfaat dari Reksa Dana ini, yaitu mudahnya mengumpulkan dana
dari masyarakat.
2.
Pembangunan
Nasional
Pembangunan nasional Indonesia adalah paradigma Pembangunan yang
terbangun atas pengalaman Pancasila yaitu
pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia
seluruhnya, dengan Pancasila sebagai dasar, tujuan, dan pedomannya. Dari amanat
tersebut disadari bahwa pembangunan ekonomi bukan
semata-mata proses ekonomi, tetapi
suatu penjelmaan pula dari proses perubahan politik, sosial, dan budaya yang
meliputi bangsa, didalam kebulatannya. Pembangunan Nasional merupakan cerminan
kehendak terus-menerus meningkatkan kesejahteraan dan
kemakmuran rakyat Indonesia secara adil dan merata,
serta mengembangkan kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan negara yang maju
dan demokratis berdasarkan Pancasila.[1]
Oleh karena
itu, keberhasilan pembangunan di bidang ekonomi tidak dapat dilihat terlepas
dari keberhasilan pembangunan di bidang politik Mekanisme dan kelembagaan
politik berdasarkan UUD 1945 telah berjalan.[1] Pelaksanan
pemilu secara teratur selama Orde Baru juga sudah
menunjukkan kemajuan perkembangan demokrasi.[1] Pembangunan
di berbagai bidang selama ini memberikan kepercayaan kepada bangsa Indonesia
bahwa upaya pembangunan telah ditempuh, seperti yang diamanatkan oleh Pancasila
dan UUD 1945,
menunjukkan keberhasilan. Ini yang ingin dilanjutkan dan akan ditingkatkan
dalam era baru pembangunan.
B. Pembahasan
Indonesia yang
tergabung dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), termasuk golongan negara yang
tertinggal daripada negara-negara lain di ASEAN seperti Singapura, Malaysia,
dan Thailand. Hal ini dirasa cukup miris karena Indonesia merupakan negara
terbesar di ASEAN dan negara yang memiliki jumlah penduduk yang terbesar pula.
Dengan keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh Indonesia tersebut, seharusnya
Indonesia dapat berdiri di puncak dalam persaingan ekonomi global ini.
Salah satu faktor
penyebab tertinggalnya Indonesia, adalah besarnya tingkat impor barang-barang
dari luar negri. Negara ini masih mengalami excess demand yang cukup besar.
Industri-industri dalam negri masih belum mampu untuk merespon tingginya
tingkat permintaan masyarakat.
Salah satu solusi
ampuh untuk menuntas masalah ini, yaitu dengan memperbesar jumlah investasi
Indonesia, yang akan memperkuat industri-industri yang ada. Investasi tersebut
dapat mula menambah jumlah perusahaan yang siap melayani masyarakat. Hal ini
akan membuat pasar normal kembali, tanpa adanya excess demand.
Reksa Dana merupakan
salah satu instrument Pasar Modal yang memiliki banyak sekali manfaat. Secara
umum, reksa dana mengumpulkan dana dari masyarakat lalu diinvestasikan dalam
bentuk portofolio efek oleh Manajer Investasi. Instrumen ini, dapat menghimpun
dana dari masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan, karena mudahnya proses
dan disediakannya. Melalui istrumen ini, masyarakat Indonesia dari berbagai
kalangan dapat dengan mudah melakukan Investasi walaupun tidak memiliki
pengetahuan tentang investasi dan dana yang besar seperti berinvestasi di
instrument yang lain.
Jelas hal ini
sangat menguntungkan bagi masyarakat. Selain mudahnya proses, Reksa Dana juga
menyediakan berbagai manfaat lain seperti terbebas dari beban pajak, serta
resiko yang cukup kecil dibandingkan instrument yang lain. Masyarakat pun akan
memperoleh penghasilan tambahan dari investasi ini. Penghasilan ini dapat
berupa deviden bagi reksa dana equity,
kupon bagi reksa dana pendapatan tetap, ataupun bunga bagi reksa dana pasar
uang. Dengan pendekatan pendapatan, meningkatnya pendapatan masyarakat, akan
menambah pendapatan nasional di suatu negara. Hal ini dapat digambarkan dengan
bergesernya kurva Average Expenditure ke atas yang menandakan terjadi
peningkatan pendapatan nasional.

Peningkatan
pendapatan nasional ini pun dapat menggambarkan pertumbuhan ekonomi di suatu
negara. Pertumbuhan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena
tingginya daya beli masyarakat atas barang dan jasa.
Tidak
hanya itu manfaat yang diperoleh dari investasi melalui reksa dana. Reksa dana
dapat menjadi modal utama bagi para perusahaan yang kekurangan modal untuk
memperbesar perusahaan, membuat anak perusahaan, ataupun membuka perusahaan
baru.
Bagi
emiten atau bahkan pemerintah yang menawarkan saham atau obligasi dengan nilai
nominal yang tinggi, pasti tidak akan banyak digemari oleh masyarakat yang
berpenghasilan rendah. Padahal, dari penjualan saham / obligasi itulah
perusahaan dapat mengekspansi atau membuat perusahaan baru, dan sumber dana
pembangunan bagi pemerintah. Disinilah reksa dana memiliki peran yang cukup
besar. Melalui reksa dana inilah, perusahaan atau pemerintah tetap dapat
memperoleh sejumlah modal yang dibutuhkannya, walaupun harga yang ditawarkannya
cukup tinggi.
Kemudahan-kemudahan
inilah yang akan mendorong perusahaan memperluas perusahaannya atau bahkan
mendirikan perusahaan baru. Luasnya pasar inilah yang akan merespon tingginya
permintaan masyarakat atas barang dan jasa. Excess Demand yang terjadi,
perlahan-lahan akan tertutupi karena tingginya produksi dalam negri, sehingga
Indoesia tak perlu mengimpor barang lagi dari luar negri untuk menutupi
kelebihan permintaan dalam negri. Dan jikalau hal ini belangsung terus-menerus,
bukan tidak mungkin bagi Indoensia untuk mengekspor barang-barang non-primer
lagi seperti yang dilakukan beberapa tahun kebelakang. Neraca perdagangan
Indonesia yang selalu deficit pun akan segera terobati. Bagi pemerintah pun
juga demikian. Pembangunan infrastuktur dapat segera terealisasikan melalui investasi
ini. Pembangunan-pembangunan yang membutukan dana yang cukup besar, tidak perlu
lagi harus meminjam dana dari luar negri yang pada akhirnya akan membebani
Indonesai karena tingkat bunga pengembalian yang tidak kecil.
Pembangunan-pembangunan ini jelas akan memajukan perekonomian Indonesai. Sebut
saja pembangunan jalan tol yang akan memperkecil biaya distribusi barang,
pengembangan teknologi yang akan memperkecil biaya produksi suatu barang serta
pembangunan-pembangunan lain yang memiliki dampak langsumg dalam pembangunan
nasional. Hal ini jelas-jelas akan
membuat Indonesia semakin siap untuk menuju pasar global mendatang. Bahkan
bukan tidak mungkin Indonesia dapat bersaing dengan Amerika atau Jepang dalam
hal perdagangan.
BAB III
Penutup
A. Kesimpulan
Dari penilitian diatas, dapat
disimpulkan bahwa reksa dana memiliki peran yang besar dalam pembangunan
nasional, apalagi sekarang dunia sekarang telah memasuki persaingan global yang
menuntut setiap negara mempersiapkan kondisi perekonomian negaranya
masing-masing.
B.
Saran
1. Saran bagi pemerintah
Dikarenakan
pemerintah sebagai pengatur aktivitas perekonomian suatu negara, maka
pemerintah sebaiknya melakukan hal-hal berikut:
a) Mengoptimalkan peran reksa dana di Indonesia.
b) Menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan
investasi karena manfaat yang ditimbulkannya sangat besar.
c) Mensosialisasikan pentingnya investasi kepada
masyarakat.
2. Saran bagi masyarakat.
a) Memulai untuk melakukan investasi pada
instrument yang ada, terutama reksa dana bagi masyarakat awam.
M. Irsan
Nasarudin.2004.Aspek Hukum Pasar Modal ( Jakarta :Kencana)
Eko Priyo Pratomo.
2005.Reksa Dana( Jakarta: Gramedia )
Comments
Post a Comment