Economics : Manfaat Reksa Dana dalam Pembangunan Nasional


Manfaat Reksa Dana dalam Pembangunan Nasional
 

http://nwfts.net/wp-content/uploads/2014/06/mutual-funds.jpg

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah
Memasuki millennium ketiga, dunia mengalami proses globalisasi ekonomi yang wujud nyatanya adalah liberalisasi pasar yang terbuka dan bebas. Liberalisasi ini adalah sebuah upaya besar ( grand design) yang sulit dihindari, karena banyaknya Negara-negara yang pro-globalisasi. Hasil dari proses globalisasi ini, adalah maraknya perdagangan internasional yang terjalin antar Negara di dunia. Sebut saja NAFTA ( North America Free Trade Area ), AFTA ( ASEAN Free Trade Area ), APEC ( Asia Pasific Economic Cooperation ), dan masih banyak lagi.
MEA atau Masyarakat Ekonomi ASEAN, sedang marak-maraknya dibicarakan masyarakat ASEAN. Kebijakan ini dinilai hanya akan menguntungkan Negara-negara yang sudah maju seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand, dan akan semakin menjatuhkan negara-negara yang masih dalam tahap perkambangan seperti Indonesia, Kamboja, dan Vietnam.
Indonesia yang memiliki wilayah terluas, jumlah penduduk terbanyak, serta ukuran ekonomi terbesar di ASEAN sebenarnya cukup tertinggal dalam menyikapi kebijakan ini. Studi Bank Dunia (2013) menyebutkan, daya saing produk ekspor Indonesia relatif tertinggal dibanding negara-negara ASEAN lain, terutama kaitannya dengan nilai tambah produk ekspor kita. Komposisi ekspor kita terbesar didominasi komoditas (resource based) dan barang primer (primary product). Kondisi ini menyebabkan ekspor Indonesia rentan dengan gejolak harga. Hal ini pula yang saat ini kita rasakan, ekspor kita melemah akibat pelemahan perekonomian dunia yang menyebabkan harga komoditas dunia juga ikut menurun. Posisi dan daya saing industri logistik Indonesia bahkan kalah dibanding Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina dan hanya unggul terhadap Myanmar dan Kamboja. Indonesia pasar ekonomi yang besar. Kelas menengah Indonesia semakin bertambah. PDB per kapita Indonesia sudah mendekati USD5.000, yang berarti daya beli masyarakat kita yang cukup tinggi. Tingginya daya beli ini akan menjadi bumerang bagi ”neraca ekonomi” kita bila daya saing dan kesiapan infrastruktur kita tidak segera dibenahi dalam menghadapi MEA 2015 ini. Ekspor kita menjadi kurang bersaing karena nilai tambahnya rendah. Di sisi lain, Indonesia akan menjadi pasar barang dan jasa impor yang empuk, sementara nilai tambah dari barang dan jasa impor tersebut bagi kita sangat kecil. Saat ini dampak dari rendahnya daya saing kita tersebut sudah terasa. Sejak 2012 neraca perdagangan kita telah defisit. Sementara neraca jasa kita sejak dulu tidak mengalami perbaikan, dalam arti selalu defisit.
Pertumbuhan ekonomi Indonesai yang cukup besar, membuat daya beli masyarakat cukup besar. Namun, industri-industri dalam negri belum dapat merespon tingginya demand tersebut. Hal ini menjadikan negara kita harus mengimpor barang dari luar negri.
Sebenarnya, masalah-masalah di atas, dapat diselesaikan dengan satu solusi yang sederhana, yaitu dengan meningkatkan investasi di Indonesia. Namun, solusi ini masih terdapat beberapa kendala, salah satunya yaitu kurang meratanya distribusi pendapatan nasional. Kebanyakan penduduk yang berpenghasilan menengah keatas, berdomisili di pulau jawa. Masyarakat non pulau Jawa, hanya menikmati pendapatan yang relative lebih kecil dari masyarakat jawa. Hal ini ditunjukan dengan tingginya rasio Gini di Indonesia, yaitu sebesar 0.41. Ditambah lagi dengan tingkat pendidikan Indonesia yang masih rendah, apalagi masalah investasi. Fakta itu terlihat dari sub rekening efek investor domestik yang tercatat, jumlahnya hanya sekitar angka 376.000 per 30 September 2013. Bandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 220 juta jiwa. Faktor-faktor inilah yang masih menjadi batu penghalang investasi di Indonasia.
Sebenarnya, ada satu solusi ampuh bagi semua permasalahan diatas. Sebuah solusi yang memiliki efek berantai ( Multiplier Effect ) bagi kendala-kendala yang menghadang. Apa solusi yang dimaksud? Solusi tersebut adalah Reksa Dana.
B.      Rumusan Masalah
Dari kondisi perekonomian Indonesia di atas, peneliti mencoba membahas masalah terkait : Apakah manfaat Reksa Dana dalam pembangunan nasional?
C.      Batasan Masalah
Dalam makalah ini, peneliti membatasi tulisan ini hanya pada manfaat Reksa Dana dalam pembangunan nasional.
D.      Tujuan Penelitian
Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat Reksa Dana dalam pembangunan nasional.
E.       Manfaat Penelitian
1.       Bagi masyarakat, dapat mengetahui mengenai pentingnya peran Reksa Dana.
2.       Bagi Pemerintah, dapat mengetahui betapa potensialnya Reksa Dana dalam pembangunan nasional.

BAB II
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A.      Studi Pustaka
1.       Reksa Dana
a). Pengertian
Reksa dana merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka. Reksa Dana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas. Selain itu Reksa Dana juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.
Umumnya, Reksa Dana diartikan sebagai Wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya di investasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.
Mengacu kepada Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27) didefinisikan bahwa Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.
Ada tiga hal yang terkait dari definisi tersebut yaitu, Pertama, adanya dana dari masyarakat pemodal. Kedua, dana tersebut diinvestasikan dalam portofolio efek, dan Ketiga, dana tersebut dikelola oleh manajer investasi.
Dengan demikian, dana yang ada dalam Reksa Dana merupakan dana bersama para pemodal, sedangkan manajer investasi adalah pihak yang dipercaya untuk mengelola dana tersebut.
b). Manfaat Reksa Dana
        Secara singkat, Reksa Dana memberikan banyak manfaat dan kemudahan kepada investor antara lain:
1). Akses kepada instrument-instrumen investasi yang sulit dijangkau.
2). Pengelolaan investasi yang professional oleh Manajer Investasi, sehingga investor yang tidak memiliki pengetahuan menganain Reksa Dana tidak perlu khawatir.
3). Dapat mengatasi masalah diversifikasi investasi yang sulit dilakukan sendiri.
4). Hasil investasi dari Reksa Dana tidak dikenai beban pajak karena beban pajak sudah dipenuhi oleh Reksa Dana.
5). Likuiditasnya tinggi, karena unit penyertaan Reksa Dana dapat dibeli dan dicairkan setiap hari bursa melalui Manajer Investasi.
6). Dana investasi yang dibutukan investor relative kecil, sehingga masyarakat yang berpenghasilan rendah dapat melakukan investasi pada instrument ini.
Tidak hanya investor yang menikmati manfaat dari Reksa Dana, pemerintah dan emiten pun turut merasakan manfaat dari Reksa Dana ini, yaitu mudahnya mengumpulkan dana dari masyarakat.

2.       Pembangunan Nasional

Pembangunan nasional Indonesia adalah paradigma Pembangunan yang terbangun atas pengalaman Pancasila yaitu pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya, dengan Pancasila sebagai dasar, tujuan, dan pedomannya. Dari amanat tersebut disadari bahwa pembangunan ekonomi bukan semata-mata proses ekonomi, tetapi suatu penjelmaan pula dari proses perubahan politik, sosial, dan budaya yang meliputi bangsa, didalam kebulatannya. Pembangunan Nasional merupakan cerminan kehendak terus-menerus meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia secara adil dan merata, serta mengembangkan kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan negara yang maju dan demokratis berdasarkan Pancasila.[1]
Oleh karena itu, keberhasilan pembangunan di bidang ekonomi tidak dapat dilihat terlepas dari keberhasilan pembangunan di bidang politik Mekanisme dan kelembagaan politik berdasarkan UUD 1945 telah berjalan.[1] Pelaksanan pemilu secara teratur selama Orde Baru juga sudah menunjukkan kemajuan perkembangan demokrasi.[1] Pembangunan di berbagai bidang selama ini memberikan kepercayaan kepada bangsa Indonesia bahwa upaya pembangunan telah ditempuh, seperti yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945, menunjukkan keberhasilan. Ini yang ingin dilanjutkan dan akan ditingkatkan dalam era baru pembangunan.

B.      Pembahasan

Indonesia yang tergabung dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), termasuk golongan negara yang tertinggal daripada negara-negara lain di ASEAN seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Hal ini dirasa cukup miris karena Indonesia merupakan negara terbesar di ASEAN dan negara yang memiliki jumlah penduduk yang terbesar pula. Dengan keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh Indonesia tersebut, seharusnya Indonesia dapat berdiri di puncak dalam persaingan ekonomi global ini.
Salah satu faktor penyebab tertinggalnya Indonesia, adalah besarnya tingkat impor barang-barang dari luar negri. Negara ini masih mengalami excess demand yang cukup besar. Industri-industri dalam negri masih belum mampu untuk merespon tingginya tingkat permintaan masyarakat.
Salah satu solusi ampuh untuk menuntas masalah ini, yaitu dengan memperbesar jumlah investasi Indonesia, yang akan memperkuat industri-industri yang ada. Investasi tersebut dapat mula menambah jumlah perusahaan yang siap melayani masyarakat. Hal ini akan membuat pasar normal kembali, tanpa adanya excess demand.
Reksa Dana merupakan salah satu instrument Pasar Modal yang memiliki banyak sekali manfaat. Secara umum, reksa dana mengumpulkan dana dari masyarakat lalu diinvestasikan dalam bentuk portofolio efek oleh Manajer Investasi. Instrumen ini, dapat menghimpun dana dari masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan, karena mudahnya proses dan disediakannya. Melalui istrumen ini, masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan dapat dengan mudah melakukan Investasi walaupun tidak memiliki pengetahuan tentang investasi dan dana yang besar seperti berinvestasi di instrument yang lain.
Jelas hal ini sangat menguntungkan bagi masyarakat. Selain mudahnya proses, Reksa Dana juga menyediakan berbagai manfaat lain seperti terbebas dari beban pajak, serta resiko yang cukup kecil dibandingkan instrument yang lain. Masyarakat pun akan memperoleh penghasilan tambahan dari investasi ini. Penghasilan ini dapat berupa deviden bagi reksa dana equity, kupon bagi reksa dana pendapatan tetap, ataupun bunga bagi reksa dana pasar uang. Dengan pendekatan pendapatan, meningkatnya pendapatan masyarakat, akan menambah pendapatan nasional di suatu negara. Hal ini dapat digambarkan dengan bergesernya kurva Average Expenditure ke atas yang menandakan terjadi peningkatan pendapatan nasional.
          Peningkatan pendapatan nasional ini pun dapat menggambarkan pertumbuhan ekonomi di suatu negara. Pertumbuhan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena tingginya daya beli masyarakat atas barang dan jasa.
          Tidak hanya itu manfaat yang diperoleh dari investasi melalui reksa dana. Reksa dana dapat menjadi modal utama bagi para perusahaan yang kekurangan modal untuk memperbesar perusahaan, membuat anak perusahaan, ataupun membuka perusahaan baru.
          Bagi emiten atau bahkan pemerintah yang menawarkan saham atau obligasi dengan nilai nominal yang tinggi, pasti tidak akan banyak digemari oleh masyarakat yang berpenghasilan rendah. Padahal, dari penjualan saham / obligasi itulah perusahaan dapat mengekspansi atau membuat perusahaan baru, dan sumber dana pembangunan bagi pemerintah. Disinilah reksa dana memiliki peran yang cukup besar. Melalui reksa dana inilah, perusahaan atau pemerintah tetap dapat memperoleh sejumlah modal yang dibutuhkannya, walaupun harga yang ditawarkannya cukup tinggi.
          Kemudahan-kemudahan inilah yang akan mendorong perusahaan memperluas perusahaannya atau bahkan mendirikan perusahaan baru. Luasnya pasar inilah yang akan merespon tingginya permintaan masyarakat atas barang dan jasa. Excess Demand yang terjadi, perlahan-lahan akan tertutupi karena tingginya produksi dalam negri, sehingga Indoesia tak perlu mengimpor barang lagi dari luar negri untuk menutupi kelebihan permintaan dalam negri. Dan jikalau hal ini belangsung terus-menerus, bukan tidak mungkin bagi Indoensia untuk mengekspor barang-barang non-primer lagi seperti yang dilakukan beberapa tahun kebelakang. Neraca perdagangan Indonesia yang selalu deficit pun akan segera terobati. Bagi pemerintah pun juga demikian. Pembangunan infrastuktur dapat segera terealisasikan melalui investasi ini. Pembangunan-pembangunan yang membutukan dana yang cukup besar, tidak perlu lagi harus meminjam dana dari luar negri yang pada akhirnya akan membebani Indonesai karena tingkat bunga pengembalian yang tidak kecil. Pembangunan-pembangunan ini jelas akan memajukan perekonomian Indonesai. Sebut saja pembangunan jalan tol yang akan memperkecil biaya distribusi barang, pengembangan teknologi yang akan memperkecil biaya produksi suatu barang serta pembangunan-pembangunan lain yang memiliki dampak langsumg dalam pembangunan nasional. Hal ini jelas-jelas  akan membuat Indonesia semakin siap untuk menuju pasar global mendatang. Bahkan bukan tidak mungkin Indonesia dapat bersaing dengan Amerika atau Jepang dalam hal perdagangan.



BAB III
Penutup
A.      Kesimpulan
Dari penilitian diatas, dapat disimpulkan bahwa reksa dana memiliki peran yang besar dalam pembangunan nasional, apalagi sekarang dunia sekarang telah memasuki persaingan global yang menuntut setiap negara mempersiapkan kondisi perekonomian negaranya masing-masing.
B.      Saran
1.       Saran bagi pemerintah
  Dikarenakan pemerintah sebagai pengatur aktivitas perekonomian suatu negara, maka pemerintah sebaiknya melakukan hal-hal berikut:
a)      Mengoptimalkan peran reksa dana di Indonesia.
b)      Menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan investasi karena manfaat yang ditimbulkannya sangat besar.
c)       Mensosialisasikan pentingnya investasi kepada masyarakat.
2.       Saran bagi masyarakat.
a)      Memulai untuk melakukan investasi pada instrument yang ada, terutama reksa dana bagi masyarakat awam.


Daftar Pustaka





M. Irsan Nasarudin.2004.Aspek Hukum Pasar Modal ( Jakarta :Kencana)
Eko Priyo Pratomo. 2005.Reksa Dana( Jakarta: Gramedia )

Comments