Economics : Menciptakan Pasar Modal Sebagai Alat Pererata Pendapatan Masyarakat Indonesia






Menciptakan Pasar Modal Sebagai Alat Perata Pendapatan Masyarakat Indonesia







BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pendapatan nasional suatu Negara menggambarkan kondisi Negara tersebut. Tingkat pendapatan nasional yang tinggi, melambangkan bahwa kondisi perekonomian dan politik di Negara tersebut sedang berkembang baik. Begitu pula sebaliknya, jika pendapatan nasional suatu Negara mengalami penurunan yang drastis, dapat disimpulkan bahwa kondisi social, ekonomi, dan politik di Negara tersebut sedang pengalami depresi. Namun, terdapat beberapa kelemahan dalam penghitungan pendapatan nasional, diantaranya yaitu tidak disertakannya tingkat kemerataan pendapaatan masyarakat di Negara yang bersangkutan. Masalah utama dalam distribusi pendapatan nasional, adalah terjadinya ketimpangan distribusi pendapatan di Negara yang bersangkutan. Ketimpangan ini terjadi karena perbedaan produktivitas yang dimiliki oleh setiap individu. Kejadian dapat berakibat fatal karena dapat memicu timbulnya masalah kemiskinan di Negara yang bersangkutan.
Indonesia termasuk dalam kategori Negara dengan tingkat distribusi pendapatan nasional yang rendah. Hal ini digambarkan dengan tingginya koefisien gini Negara terbesar di ASEAN ini. Rasio gini dalam 10 tahun terakhir mengalami peningkatan, dan tahun 2013 mencapai angka tertinggi dalam sejarah Indonesia, yakni 0.41.
Pasar modal di Indonesia, yang sekarang terpusat di Jakarta, tepatnya di Bursa Efek Indonesia, merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain (misalnya pemerintah), dan sebagai sarana bagi kegiatan berinvestasi. Pasar Modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu pertama sebagai sarana bagi pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-lain, kedua pasar modal menjadi sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrument keuangan seperti saham, obligasi, reksa dana, dan lain-lain. Dengan demikian, masyarakat dapat menempatkan dana yang dimilikinya sesuai dengan karakteristik keuntungan dan risiko masing-masing instrument.
Sebenarnya, pasar modal mempunyai satu fungsi lain yang tak kalah penting. Yaitu sebagai agen distributor pendapatan nasional. Namun,fungsi ini terlihat kurang begitu dioptimalkan oleh pemerintah Republik Indonesia.
B.     Rumusan Masalah
Dari kondisi perekonomian Indonesia di atas serta melihat kurang dioptimalkannya fungsi pasar modal sebagai agen distributor pendapatan nasional, maka peneliti mencoba membahas maslah terkait bagaimana kinerja pasar modal sebagai agen distributor pendapatan nasional suatu Negara.
C.    Batasan Masalah
Peneliti membatasi tulisan ini hanya pada peran pasar modal sebagai agen distributor pendapatan nasional Indonesia
D.    Tujuan Penelitian
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran pasar modal sebagai agen distributor pendapatan nasional.
E.     Manfaat penelitian
1.       Bagi pemerintah dapat mengetahui bahwa pasar modal sangatlah potensial sebagai sarana pemerataan pendapatan.
2.       Bagi masyarakat Indonesia kelas atas dapat mengajak mereka untuk ikut berinvestasi serta memeratakan pendapatannya.



BAB II
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A.    Studi Pustaka
1.       Koefisien gini dan pemerataan pendapatan
Koefisien Gini adalah ukuran yang dikembangkan oleh statistikus Italia, Corrado Gini, dan dipublikasikan pada tahun 1912 dalam karyanya, Variabilità e mutabilità. Koefisien ini biasanya digunakan untuk mengukur kesenjangan pendapatan dan kekayaan. Koefisien Gini memiliki kisaran 0 sampai 1. Nilai 0 menunjukkan distribusi yang sangat merata yaitu setiap orang memiliki jumlah penghasilan atau kekayaan yang sama persis. Nilai 1 menunjukkan distribusi yang timpang sempurna yaitu satu orang memiliki segalanya dan semua orang lain tidak memiliki apa-apa.
Koefisien Gini sangat erat kaitannya dengan kurva Lorenz, yaitu kurva yang menggambarkan kaitan antara distribusi jumlah penduduk dengan distribusi jumlah pendapatan. Di dalam kurva ini, terdapat suatu garis lurus yang dinamakan garis kepemerataan. Garis inilah yang menjadi tolak ukur tingkat distribusi pendapatan nasional suatu Negara.
Koefisien Gini dihitung dengan membandingkan luas daerah antara garis kepemerataan dengan kurva Lorenz.
Nilai Koefisien Gini
Distribusi Pendapatan
.... < 0,4
Tingkat ketimpangan rendah
0,4 < 0,5
Tingkat ketimpangan sedang
.... > 0,5
Tingkat ketimpangan tinggi
Negara yang memiliki koefisien Gini kurang dari 0.4, dikatakan Negara tersebut memiliki ketimpangan yang rendah, dan Negara yang memiliki koefien Gini dengan rentang 0.4 - 0.5, dapat dikatakan memiliki ketimpangan sedang, sedangkan Negara yang memiliki koefisien Gini lebih dari 0.5,maka Negara tersebut dapat dikatakan memiliki tingkat ketimpangan yang tinggi.


                               
2.       Pasar modal berserta peran pentingnya dalam perekonomian suatu Negara
Pasar modal sebenarnya memiliki banyak peran dalam kegiatan perekonomian, namun pasar modal memiliki 2 fungsi utama yaitu:
·         Sebagai sarana bagi pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-lain
·         Menjadi sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrument keuangan seperti saham, obligasi, reksa dana, dan lain-lain. Dengan demikian, masyarakat dapat menempatkan dana yang dimilikinya sesuai dengan karakteristik keuntungan dan risiko masing-masing instrument.

B.     Pembahasan
            Menurut Dumairy(1998), Distribusi pendapatan nasional adalah mencerminkan merata atau timpangnya pembagian hasil suatu negara di kalangan penduduk. Dan menurut Irma Adelma dan Cynthia Taft Morris (dalam Lincolin Arsyad, 1997) ada 8 hal yang menyebabkan ketimpangan distribusi di Negara Sedang Berkembang:
  1. Pertumbuhan penduuduk yang tinggi yang mengakibatkan menurunnya pendapatan per kapita
  2. Inflasi dimana pendapatan uang bertambah tetapi tidak diikuti secara proporsional dengan pertambahan produksi barang-barang
  3. Ketidakmerataan pembangunan antar daerah
  4. Investasi yang sangat banyak dalam proyek-proyek yang padat modal, sehingga persentase pendapatan modal kerja tambahan besar dibandingkan persentase pendapatan yang berasal dari kerja, sehingga pengangguran bertambah
  5. Rendahnya mobilitas sosial
  6. Pelaksanaan kebijakan industry substitusi impor yang mengakibatkan kenaikan harga-harga barang hasil industry untuk melindungi usaha-usaha golongan kapitalis
  7. Memburuknya nilai tukar bagi NSB dalam perdagangan dengan Negara- Negara maju, sebagi akibat ketidak elastisan permintaan Negara-negara maju terhadap barang-barang ekspor NSB
  8. Hancurnya industry kerajinan rakyat seperti pertukangan, industry rumah tangga, dan lain-lain

Penghapusan kemiskinan dan berkembangnya ketidakmerataan distribusi pendapatan merupakan salah satu inti masalah pembangunan,terutama di Negara Sedang Berkembang.Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena memiliki hubungan kausalitas dimana ketimpangan pendapatan dapat menyebabkan masalah kemiskinan muncul di suatu Negara.
Todaro dan Smith (2004), mengatakan penanggulangan kemiskinan dan ketimpangan distribusi pendapatan merupakan inti dari semua masalah pembangunan dan merupakan tujuan utama kebijakan pembangunan di banyak daerah.




Adapun dampak rendahnya tingkat pendapatan penduduk terhadap pembangunan adalah:
  1. Rendahnya daya beli masyarakat menyebabkan pembangunan bidang ekonomi kurang berkembang baik.
  2. Tingkat kesejahteraan masyarakat rendah menyebabkan hasil pembangunan hanya banyak dinikmati kelompok masyarakat kelas sosial menengah ke atas.
Pasar modal yang menyalurkan dana dari investor dan kemudian disalurkan kepada perusahaan yang membutuhkan dana, mempunyai peran penting dalam pendistribusian pendapatan nasional. Perusahaan yang membutuhkan dana, lebih dikhususkan bagi yang bertujuan melakukan ekspansi usaha, pastilah membutuhkan penambahan jumlah tenaga kerja. Penambahan jumlah tenaga kerja ini, dapat mengakibatkan meratanya pendapatan nasional ke seluruh lapisan masyarakat. Masyarakat yang mulanya miskin, dapat segera memperoleh pekerjaan dengan didasari pada banyaknya jumlah kesempatan kerja yang tersedia.

BAB III
PENUTUP
A.        Kesimpulan
Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pasar modal memiliki peran yang sangat penting dalam sector perekonomian suatu negara serta dalam meingkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia dengan menekan tingkat ketimpangan distribusi pendapatan di Indonesia
B.        Saran
1.       Saran untuk pemerintah
Dikarenakan pemerintah merupakan pengatur segala aktivitas perekonomian di suatu Negara, maka, pemerintah sebaiknya melakukan hal-hal berikut:
·         Mensosialisasikan tentang peran penting  modal kepada seluruh lapisan masyarakat inidonesia .
·         Menghimbau kepada seluruh masyarakat ( terutama masyarakat kelas atas ) untuk memulai investasi di pasar modal.
·         Membuat pojok-pojok bursa di universitas-universitas dan di beberapa SMA di Indonesia agar lebih mengenalkan pasar modal kepada kalangan pelajar
·         Mengoptimalkan peran pasar modal sebagai agen distributor pendapatan nasional.
2.       Saran untuk masyarakat kelas atas
·         Memulai untuk melakukan investasi di pasar modal setelah mengetahui manfaatnya.

Comments