Geografi : กรุงเทพฯ, กรุงเทพมหานคร (Bangkok – Thailand)
กรุงเทพฯ, กรุงเทพมหานคร
(Bangkok –
Thailand)
Bangkok adalah
salah satu kota dengan perkembangan terpesat, dengan ekonomi yang dinamis dan
kemasyarakatan yang progresif di Asia Tenggara. Kota ini sedang berkembang
menjadi pusat regional yang dapat menyaingi Singapura dan Hong Kong, namun
masih mempunyai masalah dalam sektor infrastruktur dan sosial sebagai akibat
perkembangannya yang pesat. Bangkok telah lama menjadi pintu masuk bagi penanam
modal asing yang ingin mencari pasar baru di Asia. Kota ini juga mencatat
sebagai salah satu kota di dunia dengan laju penambahan konstruksi gedung
pencakar langit tercepat. Kaya akan situs-situs budaya membuat Bangkok sebagai
salah satu tujuan wisata terpopuler di dunia.
Geografi
Topografi
dan Iklim
Daerah administratif
khusus Bangkok meliputi wilayah seluas 1.586,7 km², membuatnya sebagai provinsi
terbesar ke 68 di Thailand. Sebagian besar wilayah tersebut dianggap sebagai
bagian dari kota Bangkok, sehingga menjadikan Bangkok sebagai salah satu kota
terbesar di dunia. Sungai Chao Phraya, yang membentang sepanjang 372 km, adalah
fitur geografis utama di Bangkok. Lembah Sungai Chao Phraya, wilayah-wilayah di
sekitar Bangkok, dan provinsi-provinsi terdekat berdiri di atas lahan dataran
rendah dan delta-delta sungai yang menuju ke arah Tanjung Bangkok sekitar 30 km
di sebelah selatan pusat kota. Kondisi ini lah yang menyebabkan timbulnya
sebutan “Venice dari Timur” atas kota Bangkok dikarenakan banyaknya kanal-kanal
dan saluran-saluran air yang membagi wilayah kota Bangkok menjadi sebidang
tanah kecil yang terpisah-pisah. Dahulu, kanal-kanal tersebut digunakan sebagai
tapal batas antara distrik yang satu dengan distrik yang lainnya. Akan tetapi,
seiring dengan pesatnya pertumbuhan kota pada pertengahan abad ke 20, pembagian
daerah berdasarkan kanal-kanal tersebut ditinggalkan dan sistem tapal batas
baru yang berbeda diterapkan.
Bangkok terletak
sekitar dua meter di atas permukaan air laut, yang menimbulkan masalah
perlindungan kota terhadap banjir selama musim penghujan (monsoon). Sering kali
setelah hujan deras, air sungai dan kanal-kanal meluap ke tepi sungai dan
menyebabkan banjir besar. Pemerintahan Metropolitan Bangkok (BMA) belakangan
ini telah memasang penghalang di sepanjang beberapa kanal untuk mencegah luapan
air dari kanal-kanal tersebut. Disamping luasnya jaringan kanal-kanal di
Bangkok, dikabarkan (rumoured) bahwa ketinggian tanah Bangkok turun kurang
lebih dua inci setiap tahun akibat letak kota yang seluruhnya berada di daerah
rawa-rawa. Bahkan, beberapa laporan mengatakan bahwa ketinggian tanah Bangkok
turun sebanyak empat inci setiap tahun, dan apabila digabungkan dengan kenaikan
level air laut maka akan menyebabkan kota Bangkok tenggelam sedalam 50 hingga
100 cm pada tahun 2025.
Bangkok memiliki
iklim monsoon tropis berdasarkan sistem klasifikasi iklim Koppen. Dikatakan
bahwa Bangkok memiliki rata-rata suhu udara tertinggi di dunia. Suhu rata-rata
di Bangkok adalah sekitar 2 °C lebih tinggi daripada yang disebutkan di Bandara
Don Muang selama periode tahun 1960-1990. Suhu terpanas adalah 40.8 °C dan suhu
terdingin adalah 9.9 °C. Suhu terdingin tercatat terjadi pada Januari 1924,
Januari 1955, Januari 1974 dan Desember 1999. Pada Desember 1999, suhu pada
tengah hari hanya mencapai 22.3 °C. Hujan badai (hailstorms) jarang terjadi di
Bangkok, hanya tercatat terjadi sekali dalam 50 tahun terakhir.
Distrik-Distrik
Bangkok
memiliki 50 distrik atau khet, yang menandakan subdivisi pemerintahan
dibawah wewenang Pemerintahan Metropolitan Bangkok (BMA), tetapi wilayah
distrik-distrik tersebut mungkin tidak menunjukan divisi lingkungan Bangkok
yang sebenarnya. Dalam beberapa tahun, Bangkok tumbuh dari sebuah kota yang
tersebar secara tidak merata di sepanjang sungai menjadi sebuah wilayah metro
(Area Metropolitan Bangkok) yang membentang hingga ke enam provinsi tetangga.
Distrik bisnis utama dan wilayah perumahan terus melebar. Masuknya orang-orang
asing dari negara-negara Barat sekaligus imigran dari negara tetangga seperti
Laos, Myanmar, Kamboja dan beberapa negara Asia Selatan seiring dengan
tumbuhnya populasi warga Thai membuat semakin pesat pertumbuhan ratusan
proyek-proyek perumahan di sekitar wilayah metro - membangun komunitas di
daerah pinggiran kota. Dalam beberapa tahun, komunitas-komunitas ini kemudian
menjadi bagian dari 'Bangkok raya' dan menjadi bagian lain dari hutan urban
ini.
Distrik-distrik
bisnis terpenting di Bangkok termasuk Silom, Bangrak, Pinklao, Sathon, Phra Ram
2, Petchaburi, Phra Nakhon, dan Pathumwan.
Dengan perluasan
kota yang cenderung ke arah pinggiran, bagian dalam kota tidak mempunyai ruang
tumbuh yang besar, akibatnya pembangunan secara vertikal menjadi semakin lazim.
Bangkok tercatat memiliki 1.000 gedung pencakar langit dan sebuah gedung
tertinggi ke 17 di dunia. Jumlah ini tidak termasuk ratusan gedung-gedung baru
yang diperkirakan ikut andil dalam construction boom tahun 2007 atau
beberapa tahun ke depan.
Wilayah seperti Silom-Sathon
dan Asok telah menjadi distrik bisnis utama Bangkok sejak beberapa
dekade. Selama tahun 90an, Thailand mengalami tingkat pertumbuhan tertinggi di
dunia dan melakukan transformasi ekonomi, oleh karena itu Bangkok mengalami
perubahan-perubahan drastis. Wilayah Ratchadaphisek dahulu diubah
menjadi distrik bisnis sepanjang lima kilometre di sebelah utara sekaligus
melalui distrik bisnis Asok. Wilayah Sukhumvit, memanjang
sepanjang 15-20 km, yang perlahan-lahan berubah menjadi gabungan antara kawasan
komersial dan residensial (perumahan). Wireless Road dan Chitlom
adalah beberapa lokasi bangunan termahal yang tersedia di Bangkok. Bagian dari
Kedutaan Besar Inggris di tikungan jalan Wireless dan Rama I,
seluas kurang lebih 14.400 m², terjual seharga USD 92 juta atau THB 3.24
miliar, sekaligus menjadi sebuah lahan termahal yang pernah ada di Thailand.
Distrik Phra
Nakhon dan Dusit adalah wilayah dimana kebanyakan kantor agen-agen
pemerintahan dan kementrian berlokasi. Banyak atraksi wisata bersejarah
terkenal juga berada di kedua lokasi ini. Daerah ini adalah kawasan bebas
gedung pencakar langit untuk menjaga kelestarian gedung-gedung yang usianya
sama dengan usia Thailand sendiri. Gedung-gedung yang dimaksud , sekaligus
atraksi turis terkenal dan terkemuka adalah Grand Palace, Democracy Monument,
Giant Swing dan Sanam Luang. Victory Monument adalah tujuan bus terbesar di
kota ini. Meskipun tidak secara resmi disebut terminal bus, lokasinya yang
berada tepat di pusat kota menjadikannya sebagai yang terbesar dengan 20 ‘’bus
lines’’ dan stasiun BTS Skytrain.
Wilayah utara
dan timur Bangkok utamanya adalah kawasan perumahan bagi kalangan kelas
menengah. Sementara pusat kota sering menawarkan apartment-apartment kecil dan
berlantai rendah bagi imigran-imgran miskin. Lad Prao dan Sri Nakarin
menawarkan komplek-komplek perumahan dan townhouse. Kedua area tersebut
meliputi wilayah seluas 100 km²-150 km² masing-masing, dan menjadi bagian
kawasan perkembangan perumahan di timur dan utara Bangkok. Di Bangkok bagian
Barat terdapat kawasan serupa bernama Thon Buri. Bandara Internasional Suvarnabhumi
sering dianggap sebagai batu loncatan bagi pembangunan kawasan di Bangkok Timur
sementara Bandara Don Muang berada di Bangkok Utara.
Ratchaprasong adalah kawasan perbelanjaan utama
Bangkok. “Central World Plaza” yang baru direnovasi ditujukan sebagai lapangan
terbuka (square) bagi warga Bangkok. Tidak jauh dari Central World Plaza adalah
Siam Square, sama seperti Shinjuku di Tokyo dan Oxford Street & Picadilly
Circus di London. Sementara, kawasan lain, Sukhumvit umumnya dikunjungi
oleh orang-orang asing. “Chatuchak Weekend Market” di sebelah utara Bangkok
adalah tempat di mana orang-orang berdatangan untuk membeli barang-barang
berkualitas dengan harga murah.
Distrik-distrik
termiskin di Bangkok tersebar di seluruh kota. Tetapi, kebanyakan terkosentrasi
pada kawasan di sebelah utara Pelabuhan Bangkok dekat tikungan Sungai Chao
Phraya. Seluas 10 km², distrik perumahan Khlong Toei adalah yang
termiskin di Thailand. Ciri-cirinya adalah rumah-rumah setengah jadi dengan
tinggi beberapa lantai. Lokasi tersebut umumnya dihuni oleh para imigran dan pekerja-pekrja
dari provinsi Isan di sebelah timur laut Bangkok.
Transportasi
BTS Skytrain
Bangkok
Mass Tarnsit System atau labeih dikenal dengan BTS atau Skytrain merupakan
salah satu transportasi massa di Bangkok. BTS dioperasikan oleh Bangkok Mass Transit
System Public Company Limited (BTSC) dibawah Bangkok Metropolitan
Administration (BMA). BTS memiliki 34 stasiun yang melaju pada dua jalur yaitu
jalur Sukhumvit dan jalur Silom.
Tuktuk
Tuktuk merupakan
kendaraan tradisional Thailand. Kandaraan ini berbentuk seperti halnya bajaj.
Namun, bedanya terdapat pada bangku penumpang yang menghadap ke samping seperti
halnya angkutan kota di Indonesia .
River
Boat
River
Boat merupakan kendaraan bagi para wisatawan yang ingin merasakan keindahaan
sungai Chao Praya. Destinasi favorit bagi para pengunjung adalah kuil Wat
Arun dan Wat Prakeow.
Bus
Umumnya, seluruh
kota dan provinsi di Thailand bisa ditempuh dengan mudah dari Bangkok dengan
bus. Untuk tujuan di sebelah barat dan barat daya, bus berangkat dari Terminal
Bus Selatan di bagian barat kota di kawasan Thonburi. Untuk tujuan di
sebelah tenggara, seperti Pattaya, Ko Samet dan Ko Chang,
bus berangkat dari Terminal Bus Timur di Ekkamai. Untuk tujuan di
sebelah utara dan timur laut, Terminal Bus Utara terletak di Mo Chit.
Layanan bus jarak jauh sekarang menjadi lebih aman seiring dengan perubahan
sopir-sopir bus dan jarang dari mereka yang masih mengonsumsi metamfetamin
seperti “Ya Baa” agar tidak cepat ngantuk, yang sering kali menyebabkan
mengendara dengan kecepatan tinggi dan menyalip kendaraan lain. Meskipun
Bangkok umumnya terkoneksi dengan baik ke kota-kota lain, mencapai ke
terminal-terminal sering kali memberikan tantangan tersendiri.
Badar
Udara
Bangkok adalah
salah satu hub (penghubung) jalur udara terpenting di Asia. Pada tahun 2005,
lebih dari sembilan puluh maskapai melayani Bandar Udara Internasional Don
Mueang (IATA: DMK; ICAO: VTBD) dan lebih dari 38.000.000 penumpang, 160.000
penerbangan and 700.000 ton kargo ditangani di bandara ini setiap tahunnya. Don
Mueang adalah bandara tersibuk ke 18 di dunia, kedua tersibuk di Asia
berdasarkan jumlah penumpang, ke 15 tersibuk di dunia dan ke 4 di Asia
berdasarkan jumlah penumpang Internasional. Don Mueang juga secara
konsisten diperingkatkan sebagai penerima lalu lintas kargo tersibuk ke 19 di
dunia dan ketujuh di Asia Pasifik. Don Mueang dianggap sebagai salah
satu bandara internasional tertua di dunia, pembukaannya pada Maret 1914
membuatnya hampir 20 tahun lebih tua daripada Bandar Udara Internasional London
Heathrow. Bandara ini memiliki tiga terminal dan terletak sekitar 30
meter di Utara kota Bangkok.
Pada 28
September 2006, Bandara Suvarnabhumi (IATA: BKK; ICAO: VTBS) menjadi
bandara internasional di Bangkok, menggantikan Don Meang. Bandara ini
terletak di sebleah Tenggara Bangkok di distrik Bang Phli, Provinsi Samut
Prakan.
Don Mueang tetap digunakan sebagai pangkalan
Angkatan Udara Kerajaan Thailand (Royal Thai Air Force). Thai Airways
dan kebanyakan maskapai penerbangan berbiaya murah menggunakan Don Mueang
untuk melayani penerbangan domestik, untuk mengurangi padatanya bandara Suvarnabhumi
hingga terminal berikutnya dibuka
Sumber
Comments
Post a Comment