Religi : Al-Qur’an Falsification Test



Al-Qur’an Falsification Test

http://www.insanmadinah.com/wp-content/uploads/2015/07/AL-QURAN.jpg
 أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلْقُرْءَانَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ ٱللَّهِ لَوَجَدُوا۟ فِيهِ ٱخْتِلَٰفًا كَثِيرًا
( 82 )   Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.
Apakah anda percaya akan keorisinalitas AL-Qur’an? Setiap hari anda paling tidak anda membaca 21 kali surat Al-Fatihah
yang merupakan preambul dari kitab tersebut di setiap rakaat shalat anda, belum dihitung kalau anda menambah shalat anda dengan berbagai macam shalat sunnah. Setiap minggu, anda paling tidak mendengar khatib membacakan dua kutipan ayat dari kitab tersebut. Namun, pernahkan terbesit dalam pikiran anda untuk menguji keorisinalitas kitab tersebut? Mungkin anda berkata ‘Ah, mana mungkin Allah memberikan uji kepalsuan dalam Al-Qur’an yang akan melemahkan firman-Nya sendiri’. Namun anda salah besar.
                Allah telah menyediakan banyak sekali uji kepalsuan yang disebutkan di dalam Al-Qur’an. Dan uji kepalsuan ini sangat terbuka bagi seluruh umat manusia. Ada sebagian uji kepalsuan yang hanya diperuntukan pada masa turunnya wahyu Al-Qur’an kepada ­­al-amin, sebagian yang lain diperuntukan untuk masa kini, dan sebagian yang lain diperuntukan hingga akhir kiamat.
                Salah satu uji kepalsuan yang Allah berikan yang diperuntukan ketika masa turunnya wahyu adalah kisah Abu Lahab. Siapakah Abu Lahab? Kita pasti sudah sangat mengenal sosok yang selalu membenci Rasulullah disetiap perbuatannya itu. Nama sudah sangat familiar dibicarakan di buku-buku sejarah kebudayaan islam baik yang digunakan sebagai buku teks sekolah, maupun buku-buku umum yang menghiasi rak-rak buku anda. Abu Lahab adalah paman dari Nabi Muhammad S.A.W. sekaligus salah satu musuh Nabi yang selalu memusuhinya. Setiap kali ada seseorang yang berbicara dengan Rasulullah, ia selalu menunggu dari kejauhan. Dan ketika Rasulullah pergi, ia lalu menghampiri orang tersebut dan menanyakan apa yang dikatakan Muhammad kepadanya. Dan jika orang tersebut mengatakan bahwa Muhammad berkata tentang hitam, maka Abu Lahab berkata bahwa yang sebenarnya adalah putih. Dan jika orang tersebut mengatakan bahwa Muhammad menyuruhnya untuk berbelok ke kanan, maka Abu Lahab akan berkata bahwa jalan yang sebenarnya adalah ke kiri, dan begitu pula seterusnya. Dia selalu mengatakan kebalikan dari apa yang Rasulullah sampaikan dan selalu menyalahkan segala bentuk perkataanya. Dia menggunakan segala cara, bahkan berbohong berulang-ulang kali hanya untuk membuktikan bahwa Rasulullah itu salah.
                Semua dari kita mengetahui bahwa di dalam Al-Qur’an terdapat surat Al-Lahab, surat ke-111 yang mengisahkan tentangnya beserta istrinya, sang pembawa kayu bakar.
1. تَبَّتْ يَدَآ أَبِى لَهَبٍ وَتَبَّ
2. مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُۥ وَمَا كَسَبَ
3. سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ
4. وَٱمْرَأَتُهُۥ حَمَّالَةَ ٱلْحَطَبِ
5. فِى جِيدِهَا حَبْلٌ مِّن مَّسَدٍۭ

( 1 )   Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.
( 2 )   Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.
( 3 )   Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
( 4 )   Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.
( 5 )   Yang di lehernya ada tali dari sabut.
Di dalam surat ini disebutkan bahwa Abu Lahab beserta istrinya itu akan dibakar di api neraka. Apa artinya? Hal ini menandakan bahwa hingga matanya benar-benar tertutup dan tidak akan terbuka lagi untuk selama-selamanya, hidayah Allah tidak akan pernah menghampiri hatinya. Atau dengan bahasa lain bahwa hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya, ia tidak akan masuk islam. Surat ini tidaklah diturunkan setelah Abu Lahab meninggal. Namun jauh sebelumnya, tepatnya 10 tahun sebelum akhirnya ia meninggal di perang Badar.  Ketika surat ini diwahyukan, satu-satunya yang perlu dilakukan oleh Abu Lahab adalah dengan masuk islam, maka Al-Qur’an pun akan terbukti salah. Disamping itu, tidak sedikit pula teman-temannya dalam jangka waktu 10 tahun, dari saat surat ini turun hingga wafatnya Abu lahab, yang mengucapkan dua kalimat syahadat dan menyatakan keislamnnya di hadapan rasul. Namun, selama 10 tahun hingga akhirnya meninggal, ia tidak pernah mau untuk menerima ajaran rasul. Bukan berarti Rasulullah tidak pernah mengajaknya dan membiarkan perbuatan-perbuatannya agar ajarannya terbukti benar dan menunjukan bahwa Al-Qur’an benar-benar dari Allah dan bukan karangannya sendiri. Namun justru sebaliknya. Rasulullah senantiasa mengajaknya kepada Islam dan selalu mengajaknya untuk menyembah Allah semata. “Kau masuk Islam, dan wahyu yang kubuawa ini akan terbukti salah” kurang lebih begitulah kata rasul kepada Abu Lahab. Sangat mudah,bukan? Satu-satunya yang perlu dilakukan oleh Abu lahab adalah mengucapkan “Aku adalah seorang Muslim.” Selesai. Ia tidak perlu berperilaku seperti orang muslim. Ia tidak perlu shalat, ia tidak perlu menunaikan zakat, ia tidak perlu puasa di bulan Ramadhan. Satu-satunya yang perlu dikatannya adalah “Aku adalah seorang muslim” dan selesai. Al-Qur’an akan terbukti salah dan semua ajaran rasul akan ditinggalkan karena tidak sesuai dengan kondisi yang sudah ada. Sangat mudah, bukan?  Abu Lahab sudah seringkali berbohong kepada Rasulullah.  Dan ia hanya perlu berbohong satu kali lagi untuk membuktikan bahwa Al-Qur’an itu salah dan semua yang dibawa Nabi Muhammad adalah omong kosong belaka. Tapi nyatanya? Ia tidak bisa. Ia tidak bisa mengucapkan kalimat tersebut. Karena penulis Al-Qur;an adalah Tuhan. Tuhan yang menguasai semua hati manusia. Tuhan yang menunjukan kebenaran kepada siapa saja yang Ia kehendaki, dan menunjukan kepada kebathilan kepada siapa yang Ia kehendaki. Tuhan yang memang tidak menghendaki cahaya-Nya hinggap di hati Abu Lahab. Uji kepalsuan. Dan selama 10 tahun tidak dapat dilakukan untuk membantah keaslian Al-Qur’an.
                Uji kepalsuan berikutnya terdapat dalam surat Al-Baqarah(2) : 94-96 yang berbunyi :

94. قُلْ إِن كَانَتْ لَكُمُ ٱلدَّارُ ٱلْءَاخِرَةُ عِندَ ٱللَّهِ خَالِصَةً مِّن دُونِ ٱلنَّاسِ فَتَمَنَّوُا۟ ٱلْمَوْتَ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ
95. وَلَن يَتَمَنَّوْهُ أَبَدًۢا بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِٱلظَّٰلِمِينَ
96. وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ ٱلنَّاسِ عَلَىٰ حَيَوٰةٍ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُوا۟ ۚ يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِۦ مِنَ ٱلْعَذَابِ أَن يُعَمَّرَ ۗ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِمَا يَعْمَلُونَ

( 94 )   Katakanlah: "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian(mu), jika kamu memang benar.
( 95 )   Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri), dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya.
( 96 )   Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
Ayat ini mengisahkan tentang sekelompok Yahudi yang mengatakan kepada sekelompok Muslim bahwa kampung akhirat (surga) adalah milik mereka (kaum Yahudi), lalu kemudian turunlah ayat ini sebagai tantangan kepada kaum Yahudi tersebut. "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian(mu), jika kamu memang benar”. Ayat ini menunjukan tantangan kepada kaum Yahudi jikalau memang surga adalah untuk kaum Yahudi, maka suruh mereka untuk meminta kematian. Dan ayat berlanjut dengan “  Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya”. Satu-satunya yang harus dilakukan oleh sekelompok Yahudi untuk membuktikan Qur’an itu salah, adalah dengan mengatakan “Aku ingin mati”. Sangat mudah, bukan? Hal ini bukan berarti bahwa sekelompok Yhaudi itu harus mati. Bukan pula berarti mereka harus bunuh diri. Satu-satunya yang harus dilakukan adalah berkata “Aku ingin mati”. Untuk membuktikan bahwa Al-Qur’an itu salah adalah hanya dengan tiga kalimat itu. Allah kemudian melanjutkan melalui ayat berikutnya yang intinya mereka tidak akan menginginkan kematian itu selama-lamanya, meskipun seribu tahun diberikan kepada mereka. Bukankan sangat mudah untuk membuktikan bahwa Al-Qur’an itu salah? Kedua contoh uji kepalsuan ini adalah beberapa bentuk uji kepalsuan Al-Qur’an yang dikhususkan ketika masa turunnya Al-Qur’an.
Namun mungkin engkau berkata “Tapi itu,kan masa lalu? Aku ingin membuktikan bahwa Al-Qur’an itu salah!” Semua orang masih memiliki kesempatan untuk melakukanya. Allah berfirman dalam surat Al-Maidah(5): 82
لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَٰوَةً لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱلْيَهُودَ وَٱلَّذِينَ أَشْرَكُوا۟ ۖ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُم مَّوَدَّةً لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّا نَصَٰرَىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

( 82 )   Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri.
                Al-Qur’an berkata bahwa yang paling keras permusuhannya terhadap orang beriman adalah orang Yahudi dan orang Musyrik, dan yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang beriman adalah orang-orang Kristen. Disini, Al-Qur’an berfirman maksudnya secara keseluruhan. Ada banyak orang Yahudi yang masuk Islam, dan mungkin ada beberapa Yahudi yang lebih baik dibandingkan orang Krosten kepada orang-orang Muslim. Tapi konteks Al-Qur’an disini adalah yang bersifat keseluruhan, yaitu umat Yahudi. Lalu. bagaimana cara membuktikan bahwa Al-Qur'an’itu salah? Yaitu semua Yahudi di seluruh dunia bersatu dan mereka berencana, “ Oke, mari kita berbaik hati kepada umat Muslim selama beberapa tahun, 2-3 tahun. Kita bersikap lebih baik daripada orang Kristen”, maka Al-Qur’an akan terbukti salah. Snagat mudah, bukan? Umat Yahudi di selurub dunia bersatu da berbuat baik kepada umat Muslim lalu kemudian “Ayat ini, surat Al-Maidah(5): 82 itu salah. Lihatlah! Kami lebih baik dari mereka (orang Kristen)!” Namun, mereka tidak akan pernah melakukannya. Mereka tidak akan pernah bisa melakukannya sebagaimana Abu Lahab yang tidak akan pernah mengucapkan dua kalimat syahadat sampai maut menjemputnya.
                Bagaimana jika aku bukan seorang Yahudi. Tapi aku ingin embuktikan Al-Qur’an itu salah? Allah masih memberikan semua orang kesmpatan. Allah berfirman dalm surat Al-Isra’(17): 88 yang bunyinya

88. قُل لَّئِنِ ٱجْتَمَعَتِ ٱلْإِنسُ وَٱلْجِنُّ عَلَىٰٓ أَن يَأْتُوا۟ بِمِثْلِ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِۦ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

( 88 )   Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain".
                Maksudnya, jika engkau mengatakan bahwa Al-Qur’an itu palsu, maka buatlah yang serupa dengan Al-Qur’an. Tantangan serupa diulang lagi dalam surat At-Tuur(52): 34. Allah berfirman,

34. فَلْيَأْتُوا۟ بِحَدِيثٍ مِّثْلِهِۦٓ إِن كَانُوا۟ صَٰدِقِينَ

( 34 )   Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al Quran itu jika mereka orang-orang yang benar.
                Meskipun seluruh manusia dan jin bersatu, mereka tidak akan pernah menciptakan yang setara dengan Al-Qur’an tanpa pertolongan Allah. Ini adalah sebuah tantangan. Dan Allah membuat tantangan ini semakin mudah. Allah berfirman dalam surat Hud(11) : 13

13. أَمْ يَقُولُونَ ٱفْتَرَىٰهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا۟ بِعَشْرِ سُوَرٍ مِّثْلِهِۦ مُفْتَرَيَٰتٍ وَٱدْعُوا۟ مَنِ ٱسْتَطَعْتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

( 13 )   Bahkan mereka mengatakan: "Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu", Katakanlah: "(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar".
                Lupakan tantangan sebelumnya tentang membuat kitab yang setara dengan Al-Qur’an! Itu terlalu sulit. Allah meringankan tantangan menjadi 10 surat yang menyamai Al-Qur’an dan ajaklah orang-orang yang sanggup membuatnya. Allah membuat tantangannya menjadi lebih mudah, jauh lebih mudah. Dalam surat Yunus(10) : 38, Allah semakin memudahkan tantangannya lagi,

38. أَمْ يَقُولُونَ ٱفْتَرَىٰهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا۟ بِسُورَةٍ مِّثْلِهِۦ وَٱدْعُوا۟ مَنِ ٱسْتَطَعْتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

( 38 )   Atau (patutkah) mereka mengatakan "Muhammad membuat-buatnya". Katakanlah: "(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar".
                Dri 10 surat, Allah meringankan tantangannya menjadi satu surat saja, dan mintalah kepada seluruh manusia selain Allah jika kamu memang engkau orang yang benar. Tidak cukup sampai disitu, Allah kemudian semakin membuatnya lebih mudah. Allah berfriman dalam surat Al-Baqarah(2): 23-24 yang berbunyi,

( 23 )   Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
( 24 )   Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) -- dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.

23. وَإِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا۟ بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِۦ وَٱدْعُوا۟ شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ
24. فَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا۟ وَلَن تَفْعَلُوا۟ فَٱتَّقُوا۟ ٱلنَّارَ ٱلَّتِى وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ ۖ أُعِدَّتْ لِلْكَٰفِرِينَ

                Dalam ayat ini, Allah semakin memudahkan tantangannya, dari yang 10 surat menjadi satu surat, kemudian yang satu surat itu dipermudah lagi dengan keterangan min misli, yang artinya adalah yang mirip. Sangat mudah,bukan? Bahkan Allah berkali-kali memberikan keringanan atas uji kepalsuan Al-Qur’an. Tapi apa kata Allah? “Dan pasti kamu tidak akan bisa membuatnya”. Inilah tantangannya. Buatlah sebuah surat yang serupa dengan Al-Qur’an. Banyak orang yang sudah mencobanya. Sangat banyak! Namun mereka gagal total. Mereka bisa membuatnya puitis, tapi jauh dari kenyataan.
                “Berarti dalam ujian tersebut, saya haruslah orang arab, karena Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa arab? Bagaimana jika sya bukan orang Arab tetapi saya ingin membuktikan bahwa Al-Qur’an itu salah?”. Memang benar, Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab, bukan bahasa Inggris, ataupun Jawa, ataupun Sunda. Tetapi Allah masih memberikan banyak sekali uji kepalsuan kepada wahyu-Nya. Dia awal tulisan ini dengan surat An-Nisa(3): 82 yang berbunyi

82. أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلْقُرْءَانَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ ٱللَّهِ لَوَجَدُوا۟ فِيهِ ٱخْتِلَٰفًا كَثِيرًا

( 82 )   Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.
                Jadi, jika engkau ingin memuktikan Al-Qur’an itu salah, kau tinggal menemukan satu saja kontradiksi di dalamnya. Jadi, siapapun yang dapat menemukan satu saja montradiksi di dalam Al-Qur’an, maka Al-Qur’an akan terbukti salah. Bukan berarti tidak ada seorangpun yang mencobanya. Telah banyak orang yang mencobanya. Kalau engkau cari di laman-laman internet, kau akan menemukan ribuan kontradiksi. Namun, semuanya entah dikutip keluar dari konteksnya, atau disalah terjemahkan, ataupun kontradiksi tersebut tidak masuk akal.
                Inilah yang disebut uji kepalsuan di dalam Al-Qur’an. Allah menunjukan cara kepada kita bagaimana cara membuktikan bahwa Al-Qur’an itu benar dengan jalan memberikan jalan cara-cara untuk menyelahkannya. Jika engkau berpikir Al-Qr’an tidak berasal dari Tuhan, dan engkau ingin membuktikan Al-Qur’an itu salah, maka cobalah! 

dikutip dari ceramah Dr Zakir Naik

Comments