Sejarah : Indonesia, Rempah-Rempah, Dan Kolonialisme Belanda
Indonesia, Rempah-Rempah, Dan Kolonialisme Belanda
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kolonialisme dan imperialisme mulai berkembang sekitar abad ke-15 yang
diawali dengan adanya gejala pembaruan di Eropa di bidang ekonomi, politik,
sosial, maupun budaya dalam bentuk gerakan Renaisans dan Humanisme yang berpikiran
maju.
Renaisans adalah hasrat dan semangat untuk berpikiran maju (progresif)
dari kondisi atau masa sebelumnya. Sementara Humanisme adalah suatu doktrin
yang menekankan pada kepentingan kemanusiaan dan idealisme. Adapun pusat-pusat
perkembangan Renaisans pada awalnya terdapat di kota-kota pelabuhan Italia,
seperti Florence, Genoa, dan Venesia.
Kemampuan berpikir yang berhaluan maju inilah yang kemudian menghasilkan
banyak penemuan-penemuan baru seperti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi,
sosial-ekonomi, dan kebudayaan.
1. Di Bidang Ilmu Pengetahuan
Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan ditandai dengan munculnya teori
Heliosentris (tata surya) oleh Nicolaus Copernicus, seorang ahli ilmu pasti dan
astronomi dari Polandia. Ajaran Copernicus yang muncul pada tahun 1543
menjelaskan bahwa matahari sebagai pusat dari seluruh benda-benda antariksa dan
ia menyatakan pula bahwa bentuk bumi adalah bulat seperti bola. Pernyataan
Copernicus ini sesungguhnya pernah muncul jauh sebelumnya, yakni bersumber dari
pengalaman Marco Polo yang melakukan perjalanan dari Venesia (Italia) melalui
jalur darat ke negeri Cina antara tahun 1271 - 1292 hingga kembali ke tempat
asalnya.
2. Di Bidang Teknologi
Selain di bidang ilmu pengetahuan, Nicolaus Copernicus juga mampu
mengembangkan teknologi dengan cara membuat kompas yang dapat digunakan untuk
menunjukkan arah dalam pelayaran. Pada tahun 1610, muncul ilmuwan baru dari
Italia bernama Galileo yang mendukung dan memperjelas pokok-pokok ajaran
Heliosentris dari Copernicus. Pada saat itu, Galileo telah mampu mengembangkan
teknologi dengan cara membuat teropong jauh (teleskop).
3. Di Bidang Sosial Ekonomi
Pada tahun 1453, bangsa Turki Usmani berhasil merebut wilayah
Konstantinopel (terutama Bandar Bizantium yang biasa digunakan sebagai bandar
penghubung perdagangan antara Asia dan Eropa). Peristiwa itu mengakibatkan
terputusnya jalur perdagangan antara Asia dan Eropa sehingga para pedagang
sulit untuk mendapatkan rempah-rempah. Kondisi sosial ekonomi para pedagang Eropa
menurun akibat krisis lalu lintas perdagangan ini, dan memaksa mereka untuk
mencari jalan lain dalam menemukan daerah penghasil rempah-rempah dan
membelinya secara langsung dengan cara berlayar menjelajahi samudera.
Perjalanan Marco Polo dari Venesia (Italia)
ke negeri Cina dan ajaran Copernicus yang menyatakan bahwa bentuk bumi bulat
seperti bola, telah mampu mempengaruhi dan mendorong pelaut-pelaut Eropa lain
seperti bangsa Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda, dan Perancis untuk berlayar
mengarungi samudera ke segala penjuru dunia hingga dapat menemukan
daerah-daerah baru yang kemudian dikuasai sebagai daerah jajahannya.
Kedatangan Belanda ke Indonesia adalah akibat
meletusnya perang delapan puluh tahun antara Belanda dan Spanyol (1568-1648).
Pada awalnya, perang antara Belanda dan Spanyol bersifat agama karena Belanda
mayoritas beragama kristen protestan sedangkan orang Spanyol beragama kristen
katolik. Perang tersebut kemudian menjadi perang ekonomi dan politik. Raja
philip II dari Spanyol memerintahkan kota Lisabon tertutup bagi kapal Belanda
pada tahun 1585 selain karena faktor tesebut juga karena adanya petunjuk jalan
ke Indonesia dari Jan Huygen Van Lischoten, mantan pelaut Belanda yang bekerja
pada Portugis dan pernah sampai di Indonesia.
Tujuan kedatangan belanda ke indonesia adalah untuk berdagang
rempah-rempah. Setelah berhasil menemukan daerah penghasil rempah-rempah dan
keuntungan yang besar, belanda berusaha untuk mengadakan monopoli perdagangan
rempah-rempah dan menjajah. Untuk melancarkan usahanya, belanda menempuh
beberapa cara seperti pembentukan VOC dan pembentukan pemerintahan kolonial
Hindia-Belanda.
Namun, dari yang mulanya berdagang itu, Belanda
semakin tergiur untuk mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia. Politik monopoli
yang kental dijalankan oleh Belanda. Sistem tanam paksa oleh Van Den Bosch pun
diterapkan untuk semakin menguntungkan pihak Belanda. Eksploitasi yang tidak
diikuti dengan pemberdayaan manusia ini semakin menyengsarakan rakyat
Indonesia.
B. Rumusan Masalah
1.
Apakah latar belakang
Belanda untuk mengeksploitasi rempah-rempah Indonesia?
2. Apakah fungsi rempah-rempah bagi Belanda?
3.
Cara apa sajakah
yang Belanda lakukan untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia?
4. Apakah dampak bagi Indonesia dari eksploitasi rempah-rempah yang dilakukan Belanda?
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pada tahun 1580
Portugis diduduki oleh Spanyol, sementara itu Belanda terlibat perang
kemerdekaan melawan Spanyol tahun 1568-1648 maka oleh Spanyol para pedagang
Belanda tidak diijinkan membeli rempah-rempah yang berpusat di Lisabon. Para
pedagang Belanda kemudian berusaha mencarikan sendiri pusat rempah-rempah di
dunia Timur. Para petualang Belanda beruntung karena mereka memperoleh
informasi perjalanan bangsa Portugis ke Asia dan Indonesia dari Jan Huygen Van
Linschoten, seorang penjelajah Belanda yang ikut pelayaran Portugis sampai di
Indonesia. Ia menulis buku yang berjudul “Itinerario, Voyage Ofte Schipvert
naer Oost ofte Portugaels Indiens “ (catatan perjalanan ke Timur, atau Hindia
Portugis). Pada tahun 1596, Cornelis de Houtman dengan empat buah kapal berawak
kapal 249 orang mendarat di Banten. Kehadiran Belanda di Nusantara mengawali
penjajahan di Indonesia ditandai dengan terbentuknya VOC (Verenigde Oost
Indische Compagnie) tahun 1602.
2.
Rempah-rempah adalah bagian tumbuhan yang beraroma dan
memiliki rasa yang kuat, yang digunakan dalam jumlah kecil di
makanan sebagai pengawet atau penambah rasa dalam masakan. Rempah-rempah
biasanya dibedakan dengan tanaman lain yang digunakan untuk tujuan yang mirip,
seperti tanaman obat, sayuran beraroma, dan buah kering. Tanaman rempah-rempah
seperti jahe, jintan, merica, kemiri, bwang merah / putih, lada ,
pala, vanila, kayu manis, cengkeh, kapulaga, cabe dan jahe dan
sebagainya.
Rempah-rempah Indonesia merupakan barang dagangan paling berharga pada zaman prakolonial. Banyak rempah-rempah dulunya digunakan dalam pengobatan, tetapi sekarang ini berkurang dikarenakan berbagai faktor.
Rempah-rempah Indonesia merupakan barang dagangan paling berharga pada zaman prakolonial. Banyak rempah-rempah dulunya digunakan dalam pengobatan, tetapi sekarang ini berkurang dikarenakan berbagai faktor.
Terdapat berbagai
macam rempah-rempah tradisional dengan kegunaan sesuai kebutuhan anda.
Rempah-rempah dapat digunakan untuk kesehatan, kecantikan, handicraft dan
lain-lain
Rempah untuk kesehatan : Yaitu Adas · Adas manis · Andaliman · Asam cikala
· Asam gelugur · Asam jawa · Asam kandis · Bangle · Bawang bombay · Bawang
merah · Bawang putih · Cengkeh · Jahe · Jeruk nipis · Jeruk purut · Jintan ·
Jintan hitam · Jintan putih · Kapulaga · Kapulaga seberang · Kayu manis ·
Kecombrang ( honje, bunga kantan dan honje hutan) · Kemiri · Kencur · Ketumbar
· Kunir · Lada · Lempuyang · Lengkuas · Mustar · Pala dan fuli · Pandan wangi ·
Salam · Secang ( sepang) · Selasih ( basil) · Serai · Temu giring · Temu hitam
· Temu kunci · Temu lawak · Temu mangga · Temu putih · Temu putri · Temu rapet
· Temu tis · Wijen
Rempah untuk handicraft : Berupa wangi-wangian, Akar wangi · Cendana ·
Damar · Gaharu · Kayu putih ( gelam) · Kayu mesoyi ( masoi) · Kemenyan · Kopal
· Kenanga · Mawar
Rempah untuk kecantikan : untuk kulit, rambut, SPA, mandi, luluran,
dan lain-lain
Selain untuk
fungsi diatas, Jack Turner pun menemukan khasiat lain. Ia memenukan bahwa
rempah-rempah sudah dipakai sejak zaman Fir’aun dulu. Proses pengawetan mayat
tak luput dari rempah-rempah. Bangsa eropa yang melihat hal ini pun mencoba
mempraktikannya dalam proses pengawetan makanan. Percobaan ini pun berhasil.
Makanan-makanan yang dahulu hanya dapat disimpan beberapa hari saja, dengan
adanya rempah-rempah, makanan tersebut dapat disimpan sampai beberapa bulan.
Ini pun sangat membantu bangsa Eropa yang harus menyimpan makannya dalam waktu
yang lama untuk persediaan ketika musim dingin
datang.
3. Dalam mengeksploitasi rempah-rempah Indonesia, Belanda membentuk
persekutuan dagang bernama VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie). Tujuan utama VOC ialah mempertahankan monopolinya terhadap perdagangan
rempah-rempah di Nusantara. Hal ini dilakukan melalui penggunaan & ancaman
kekerasan terhadap penduduk di kepulauan-kepulauan penghasil rempah-rempah,
& terhadap orang-orang non-Belanda yang
mencoba berdagang dengan para penduduk tersebut. Contohnya, ketika penduduk
Kepulauan Banda terus menjual biji pala kepada pedagang Inggris, pasukan
Belanda membunuh atau mendeportasi hampir seluruh populasi & kemudian
mempopulasikan pulau-pulau tersebut dengan pembantu-pembantu atau budak-budak
yg bekerja di perkebunan pala. VOC menjadi terlibat dlm politik internal Jawa
pada masa ini, & bertempur dlm beberapa peperangan yg melibatkan pemimpin
Mataram & Banten.
Selain itu, kebijakan Cultuur Stelsel
yang diterapkan oleh Van Den Bosch juga bertujuan untuk mengeksploitasi
rempah-rempah selain untuk mengisi kekosongan kas Belanda akibat perang Padri
dan Perang Diponegoro. Ketentuan yang dibuat Van Den Bosch adalah :
1. Rakyat harus
menyediakan tanah untuk ditanami yang laku di pasaran internasional
2. Rakyat harus
menyediakan seperlima bagian tanahnya untuk ditanami tanaman yang di tentukan
belanda
3. Tanah yang di
sediakan untuk tanam paksa bebas dari pajak
4. Kegagalan panen
ditanggung pemerintah hindia belanda
5. Pekerjaan yang
diperlukan untuk menanam tanaman perdagangan tidak boleh melebihi pekerjaan
menanam padi
6. Penduduk yang
bukan petani wajib bekerja dikebun pabrik atau pengangkutan untuk kepentingan
belanda
Namun, dalam pelaksanaan tanam paksa
ini banyak penyimpangan misalnya adalah:
1. Rakyat harus menyediakan tanah setengahnya dari seperlima yang telah ditetapkan
2. Tanah yang seharusnya bebas pajak tetap dikenakan pajak
3. Kegagalan panen yang ditanggung pemerintah tetap ditanggung petani
Waktu tanam melebihi usia tanam padi.
1. Rakyat harus menyediakan tanah setengahnya dari seperlima yang telah ditetapkan
2. Tanah yang seharusnya bebas pajak tetap dikenakan pajak
3. Kegagalan panen yang ditanggung pemerintah tetap ditanggung petani
Waktu tanam melebihi usia tanam padi.
4. Dampak Positif
1. Rakyat Indonesia mengenal teknik menanam
jenis-jenis tanaman baru.
2. Rakyat Indonesia mulai mengenal tanaman
dagang yang berorientasi ekspor.
Dampak Negatif
1. Kemiskinan serta penderitaan fisik dan
mental yang berkepanjangan.
2. Beban pajak yang berat.
3. Pertanian khususnya padi, banyak mengalami
kegagalan panen.
4. Kelaparan dan kematian terjadi di banyak
tempat, seperti di Cirebon tahun 1843, sebagai akibat dari pemungutan pajak
tambahan dalam bentuk beras, serta di Demak tahun 1848 dan di Grobogan tahun
1849 sampai 1850 sebagai akibat dari kegagalan panen.
5. Jumlah penduduk Indonesia mengalami
penurunan.
BAB III
PENUTUP
Belanda datang pertama kali ke Indonesia pada tahun 1596-1811,dan
yang kedua kalinya pada tahun 1814-1904. Tujuan kedatangan Belanda ke Indonesia
adalah untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia. Dan untuk melancarkan
usahanya, Belanda menempuh beberapa cara yaitu membentuk VOC pada tahun 1902
dan membentuk pemerintahan kolonial Hindia-Belanda. Setelah masa penjajahan itu
usai, Belanda meninggalkan kebudayaan dan kebijakan-kebijakan yang sebagian
masih di pakai oleh Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Comments
Post a Comment