Sejarah : Indonesia, Rempah-Rempah, Dan Kolonialisme Belanda



Indonesia, Rempah-Rempah, Dan Kolonialisme Belanda


http://www.portalsejarah.com/wp-content/uploads/2014/10/Sejarah-Penjajahan-Belanda-di-Indonesia-dari-Awal-hingga-Berakhirnya.jpg
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Kolonialisme dan imperialisme mulai berkembang sekitar abad ke-15 yang diawali dengan adanya gejala pembaruan di Eropa di bidang ekonomi, politik, sosial, maupun budaya dalam bentuk gerakan Renaisans dan Humanisme yang berpikiran maju.

Renaisans adalah hasrat dan semangat untuk berpikiran maju (progresif) dari kondisi atau masa sebelumnya. Sementara Humanisme adalah suatu doktrin yang menekankan pada kepentingan kemanusiaan dan idealisme. Adapun pusat-pusat perkembangan Renaisans pada awalnya terdapat di kota-kota pelabuhan Italia, seperti Florence, Genoa, dan Venesia.

Kemampuan berpikir yang berhaluan maju inilah yang kemudian menghasilkan banyak penemuan-penemuan baru seperti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, sosial-ekonomi, dan kebudayaan.
1. Di Bidang Ilmu Pengetahuan
Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan ditandai dengan munculnya teori Heliosentris (tata surya) oleh Nicolaus Copernicus, seorang ahli ilmu pasti dan astronomi dari Polandia. Ajaran Copernicus yang muncul pada tahun 1543 menjelaskan bahwa matahari sebagai pusat dari seluruh benda-benda antariksa dan ia menyatakan pula bahwa bentuk bumi adalah bulat seperti bola. Pernyataan Copernicus ini sesungguhnya pernah muncul jauh sebelumnya, yakni bersumber dari pengalaman Marco Polo yang melakukan perjalanan dari Venesia (Italia) melalui jalur darat ke negeri Cina antara tahun 1271 - 1292 hingga kembali ke tempat asalnya.

2. Di Bidang Teknologi
Selain di bidang ilmu pengetahuan, Nicolaus Copernicus juga mampu mengembangkan teknologi dengan cara membuat kompas yang dapat digunakan untuk menunjukkan arah dalam pelayaran. Pada tahun 1610, muncul ilmuwan baru dari Italia bernama Galileo yang mendukung dan memperjelas pokok-pokok ajaran Heliosentris dari Copernicus. Pada saat itu, Galileo telah mampu mengembangkan teknologi dengan cara membuat teropong jauh (teleskop).

3. Di Bidang Sosial Ekonomi
Pada tahun 1453, bangsa Turki Usmani berhasil merebut wilayah Konstantinopel (terutama Bandar Bizantium yang biasa digunakan sebagai bandar penghubung perdagangan antara Asia dan Eropa). Peristiwa itu mengakibatkan terputusnya jalur perdagangan antara Asia dan Eropa sehingga para pedagang sulit untuk mendapatkan rempah-rempah. Kondisi sosial ekonomi para pedagang Eropa menurun akibat krisis lalu lintas perdagangan ini, dan memaksa mereka untuk mencari jalan lain dalam menemukan daerah penghasil rempah-rempah dan membelinya secara langsung dengan cara berlayar menjelajahi samudera.

Perjalanan Marco Polo dari Venesia (Italia) ke negeri Cina dan ajaran Copernicus yang menyatakan bahwa bentuk bumi bulat seperti bola, telah mampu mempengaruhi dan mendorong pelaut-pelaut Eropa lain seperti bangsa Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda, dan Perancis untuk berlayar mengarungi samudera ke segala penjuru dunia hingga dapat menemukan daerah-daerah baru yang kemudian dikuasai sebagai daerah jajahannya.

Kedatangan Belanda ke Indonesia adalah akibat meletusnya perang delapan puluh tahun antara Belanda dan Spanyol (1568-1648). Pada awalnya, perang antara Belanda dan Spanyol bersifat agama karena Belanda mayoritas beragama kristen protestan sedangkan orang Spanyol beragama kristen katolik. Perang tersebut kemudian menjadi perang ekonomi dan politik. Raja philip II dari Spanyol memerintahkan kota Lisabon tertutup bagi kapal Belanda pada tahun 1585 selain karena faktor tesebut juga karena adanya petunjuk jalan ke Indonesia dari Jan Huygen Van Lischoten, mantan pelaut Belanda yang bekerja pada Portugis dan pernah sampai di Indonesia.
Tujuan kedatangan belanda ke indonesia adalah untuk berdagang rempah-rempah. Setelah berhasil menemukan daerah penghasil rempah-rempah dan keuntungan yang besar, belanda berusaha untuk mengadakan monopoli perdagangan rempah-rempah dan menjajah. Untuk melancarkan usahanya, belanda menempuh beberapa cara seperti pembentukan VOC dan pembentukan pemerintahan kolonial Hindia-Belanda.
Namun, dari yang mulanya berdagang itu, Belanda semakin tergiur untuk mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia. Politik monopoli yang kental dijalankan oleh Belanda. Sistem tanam paksa oleh Van Den Bosch pun diterapkan untuk semakin menguntungkan pihak Belanda. Eksploitasi yang tidak diikuti dengan pemberdayaan manusia ini semakin menyengsarakan rakyat Indonesia.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah latar belakang Belanda untuk mengeksploitasi rempah-rempah Indonesia?
2.      Apakah fungsi rempah-rempah bagi Belanda?
3.      Cara apa sajakah yang Belanda lakukan untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia?
4.      Apakah dampak bagi Indonesia dari eksploitasi rempah-rempah  yang dilakukan Belanda?













BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pada tahun 1580 Portugis diduduki oleh Spanyol, sementara itu Belanda terlibat perang kemerdekaan melawan Spanyol tahun 1568-1648 maka oleh Spanyol para pedagang Belanda tidak diijinkan membeli rempah-rempah yang berpusat di Lisabon. Para pedagang Belanda kemudian berusaha mencarikan sendiri pusat rempah-rempah di dunia Timur. Para petualang Belanda beruntung karena mereka memperoleh informasi perjalanan bangsa Portugis ke Asia dan Indonesia dari Jan Huygen Van Linschoten, seorang penjelajah Belanda yang ikut pelayaran Portugis sampai di Indonesia. Ia menulis buku yang berjudul “Itinerario, Voyage Ofte Schipvert naer Oost ofte Portugaels Indiens “ (catatan perjalanan ke Timur, atau Hindia Portugis). Pada tahun 1596, Cornelis de Houtman dengan empat buah kapal berawak kapal 249 orang mendarat di Banten. Kehadiran Belanda di Nusantara mengawali penjajahan di Indonesia ditandai dengan terbentuknya VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie) tahun 1602.
2.      Rempah-rempah adalah bagian tumbuhan yang beraroma dan memiliki rasa yang kuat,  yang  digunakan dalam jumlah kecil di makanan sebagai pengawet atau penambah rasa dalam masakan. Rempah-rempah biasanya dibedakan dengan tanaman lain yang digunakan untuk tujuan yang mirip, seperti tanaman obat, sayuran beraroma, dan buah kering. Tanaman rempah-rempah seperti  jahe,  jintan, merica, kemiri, bwang merah / putih, lada ,  pala, vanila, kayu manis, cengkeh, kapulaga, cabe dan jahe  dan sebagainya.
Rempah-rempah Indonesia  merupakan barang dagangan paling berharga pada zaman prakolonial. Banyak rempah-rempah dulunya digunakan dalam pengobatan, tetapi sekarang ini berkurang dikarenakan berbagai faktor.
Terdapat  berbagai macam rempah-rempah tradisional dengan kegunaan sesuai kebutuhan anda. Rempah-rempah dapat digunakan untuk kesehatan, kecantikan, handicraft dan lain-lain
Rempah untuk kesehatan :  Yaitu Adas · Adas manis · Andaliman · Asam cikala · Asam gelugur · Asam jawa · Asam kandis · Bangle · Bawang bombay · Bawang merah · Bawang putih · Cengkeh · Jahe · Jeruk nipis · Jeruk purut · Jintan · Jintan hitam · Jintan putih · Kapulaga · Kapulaga seberang · Kayu manis · Kecombrang ( honje, bunga kantan dan honje hutan) · Kemiri · Kencur · Ketumbar · Kunir · Lada · Lempuyang · Lengkuas · Mustar · Pala dan fuli · Pandan wangi · Salam · Secang ( sepang) · Selasih ( basil) · Serai · Temu giring · Temu hitam · Temu kunci · Temu lawak · Temu mangga · Temu putih · Temu putri · Temu rapet · Temu tis · Wijen
Rempah untuk handicraft  : Berupa wangi-wangian, Akar wangi · Cendana · Damar · Gaharu · Kayu putih ( gelam) · Kayu mesoyi ( masoi) · Kemenyan · Kopal · Kenanga · Mawar
Rempah untuk kecantikan : untuk  kulit, rambut,  SPA, mandi, luluran, dan lain-lain
     Selain untuk fungsi diatas, Jack Turner pun menemukan khasiat lain. Ia memenukan bahwa rempah-rempah sudah dipakai sejak zaman Fir’aun dulu. Proses pengawetan mayat tak luput dari rempah-rempah. Bangsa eropa yang melihat hal ini pun mencoba mempraktikannya dalam proses pengawetan makanan. Percobaan ini pun berhasil. Makanan-makanan yang dahulu hanya dapat disimpan beberapa hari saja, dengan adanya rempah-rempah, makanan tersebut dapat disimpan sampai beberapa bulan. Ini pun sangat membantu bangsa Eropa yang harus menyimpan makannya dalam waktu yang lama untuk persediaan ketika musim dingin  datang.
3.      Dalam mengeksploitasi rempah-rempah Indonesia, Belanda membentuk persekutuan dagang bernama VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie). Tujuan utama VOC ialah mempertahankan monopolinya terhadap perdagangan rempah-rempah di Nusantara. Hal ini dilakukan melalui penggunaan & ancaman kekerasan terhadap penduduk di kepulauan-kepulauan penghasil rempah-rempah, & terhadap orang-orang non-Belanda yang mencoba berdagang dengan para penduduk tersebut. Contohnya, ketika penduduk Kepulauan Banda terus menjual biji pala kepada pedagang Inggris, pasukan Belanda membunuh atau mendeportasi hampir seluruh populasi & kemudian mempopulasikan pulau-pulau tersebut dengan pembantu-pembantu atau budak-budak yg bekerja di perkebunan pala. VOC menjadi terlibat dlm politik internal Jawa pada masa ini, & bertempur dlm beberapa peperangan yg melibatkan pemimpin Mataram & Banten.
Selain itu, kebijakan Cultuur Stelsel yang diterapkan oleh Van Den Bosch juga bertujuan untuk mengeksploitasi rempah-rempah selain untuk mengisi kekosongan kas Belanda akibat perang Padri dan Perang Diponegoro. Ketentuan yang dibuat Van Den Bosch adalah :
1.      Rakyat harus menyediakan tanah untuk ditanami yang laku di pasaran internasional
2.      Rakyat harus menyediakan seperlima bagian tanahnya untuk ditanami tanaman yang di tentukan belanda
3.      Tanah yang di sediakan untuk tanam paksa bebas dari pajak
4.      Kegagalan panen ditanggung pemerintah hindia belanda
5.      Pekerjaan yang diperlukan untuk menanam tanaman perdagangan tidak boleh melebihi pekerjaan menanam padi
6.      Penduduk yang bukan petani wajib bekerja dikebun pabrik atau pengangkutan untuk kepentingan belanda
Namun, dalam pelaksanaan tanam paksa ini banyak penyimpangan misalnya adalah:
1. Rakyat harus menyediakan tanah setengahnya dari seperlima yang telah ditetapkan
2. Tanah yang seharusnya bebas pajak tetap dikenakan pajak
3. Kegagalan panen yang ditanggung pemerintah tetap ditanggung petani
Waktu tanam melebihi usia tanam padi
.
4.      Dampak Positif
1. Rakyat Indonesia mengenal teknik menanam jenis-jenis tanaman baru.
2. Rakyat Indonesia mulai mengenal tanaman dagang yang berorientasi ekspor.

Dampak Negatif

1. Kemiskinan serta penderitaan fisik dan mental yang berkepanjangan.
2. Beban pajak yang berat.
3. Pertanian khususnya padi, banyak mengalami kegagalan panen.
4. Kelaparan dan kematian terjadi di banyak tempat, seperti di Cirebon tahun 1843, sebagai akibat dari pemungutan pajak tambahan dalam bentuk beras, serta di Demak tahun 1848 dan di Grobogan tahun 1849 sampai 1850 sebagai akibat dari kegagalan panen.
5. Jumlah penduduk Indonesia mengalami penurunan.







































BAB III
PENUTUP

Belanda datang pertama kali ke Indonesia pada tahun 1596-1811,dan yang kedua kalinya pada tahun 1814-1904. Tujuan kedatangan Belanda ke Indonesia adalah untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia. Dan untuk melancarkan usahanya, Belanda menempuh beberapa cara yaitu membentuk VOC pada tahun 1902 dan membentuk pemerintahan kolonial Hindia-Belanda. Setelah masa penjajahan itu usai, Belanda meninggalkan kebudayaan dan kebijakan-kebijakan yang sebagian masih di pakai oleh Indonesia.


















DAFTAR PUSTAKA






Comments